Belajar Siau Wei

Sebulan yang lalu, aku mulai ikut les bahasa Mandarin di EEP. Gurunya atawa Lao Shi nya cewek, umur kira-kira 30-40an lah… Sudah punya suami, tapi badannya kayak masih belum punya anak. Masih cantik, mini, bohai, dan kakinya khas orang Cina — kecil (betisnya apalagi, betis model banget lah!). Udah gitu, gaya pakaiannya kayak jiejie muda, tak pernah hilang dari kesan ramai dan feminin. Pernah tu dia pake blazer tapi ada renda-rendanya. Kemaren dia pake babyshirt dengan aksen pita di pinggang… Uwah… Pokoknya gayanya up to date tapi masih enak dipandang.

Lao Shi Liu Qing Li namanya, tapi katanya biar sopan, panggil nama keluarganya aja (Liu). Nampaknya dia asli Tiongkok sana soalnya dia masih kesulitan pake Bahasa Indonesia.

Aksen Cina ga mengenal “R”, “B”, “D”, “X”, “Q”, “G”, dan beberapa huruf lain. Tapi kalau di tulisan pinyin (latinnya), huruf-huruf itu tetap keluar hanya saja dilafalkan berbeda. Contoh ni, D dilafalkan T, Q dilafalkan C, B dilafalkan P. Huruf T dan P sendiri dilafalkan sama tetapi ada udara yang dihempaskan (cara ngetesnya, coba letakkan kertas di depan mulut, kalau kertasnya gerak waktu kita melafalkan T dan P berarti itu benar).

Ini dia masalahnya, sering banget aku denger si Lao shi ngomong, “Copa kalian latihan tua-tua.” Nah, bingung kan aku… Setelah 2 kali pertemuan, baru aku ngerti itu maksudnya latihan ngomong berdua sama temen di sebelah… Terus di pertemuan pertama, Lao shi tuh ngasitau kalau yôu itu artinya “atau”. Di pertemuan ketiga aku baru tau kalo arti sebenarnya (dan maksudnya Lao Tse) itu adalah “adalah”.

Oh iya, yang ikut les kebanyakan udah kerja. Ada juga yang kuliah, angkatan paling muda 2006 (aku dan beberapa yang kuliah di Unpad). Tapi yang paling muda, namanya MIchael, kelas 6 SD di Taruna Bakti. Di kelas si Michael ini pecicilan abis, yang lainnya pada belajar, dia malah lari kesana kemari, nyorat nyoret papan tulis, nepuk-nepuk penghapus papan tulisnya… Laoshi saja sampai pusing dan ga jarang dia harus berhenti ngajar untuk nyuruh Michael berdiri di samping kursinya Lao shi. Ga sampai situ, komunikasi antara Lao shi dan Michael harus diperantarai oleh kami-kami yang sudah besar untuk menerjemahkan bahasa Indonesianya Lao shi ke Bahasa Indonesia yang bisa dimengerti Michael…

Lao shi ini doyan banget ngajarin lagu atau Siau Wei. Lagu terakhir yang dia ajarin adalah lagu cinta bertemop lambat dengan gaya pop. Liriknya kalo diterjemahin jadinya begini…

Ada seorang gadis cantik

dia dipanggil Xiao Wei

Matanya lembut

dia diam-diam mencuri hatiku

Xiao Wei ah…

kamu tahu aku mencintaimu

aku mau membawamu terbang ke langit

Lihatlah bintang yang indah itu

akan kuambil sendiri

untuk diberikan padamu

Dan Lao shi menyuruh kami untuk menghapalkan lagu itu… Aduh, gimana ya? Tiap kali nyanyiinnya aja udah mau ketawa… ::kami latihan nyanyi lagu itu 4-5 kali menjelang akhir pertemuan::

Karena masih jauh dari cakap berbahasa Mandarin, jadi yaaa…. selamat bernyanyi buatku -_-‘

One thought on “Belajar Siau Wei

  1. ilam says:

    gw pernah ngeliat temen gw sangat menikmati lagu berbahasa mandarin. yang gw inget film vampir.
    emang dia bisa bahasa mandarin, jadi suka dan ngerti lagu bahasa mandarin. tapi dia juga bisa bahasa indomesia, tapi ngga suka lagu indonesia. hehe…
    dan dan dan gw jamin, lagu indonesia paling sering dia nyanyiin pasti Indonesia Raya. xP!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: