Hati-hati, krisis lagi…

Menurut koran pagi ini, rupiah terhadap dolar anjlok ke level 9555 pada pembukaan kemarin setelah libur lebaran. IHSG pun sama parahnya, turun 10.03% ke level 1.648,739. Dan yang dikonfirmasi oleh Ketua Bapepam atas turunnya IHSG yang sebelumnya cukup stabil di level 1800 adalah “Karena kita kan selama hampir seminggu hampir enggak ada trading. Jadi biasalah market akan mendiskon awal sesi pertama ini. Tapi mereka melakukan adjustment karena market itu kan sangat rasional. Ini karena kita sudah lima hari, yang lain kan sudah turun-turun.”

Atau kata analis Riset Pt Valbury Asia Securities, “Penurunan ini akumulasi, di mana saat kita libur (Lebaran), bursa regional turun tajam, sehingga wajar pada hari pertama perdagangan ini mengalami penurunan tajam.”

*)Baca yang ini juga! http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2008/10/06/53242/panic-buying-jerumuskan-rupiah/

Memang, sejak ambruknya dua raksasa finansial Amerika Serikat yaitu Lehman Brothers dan Merryl Lynch, bursa-bursa di seluruh dunia berjatuhan. Bahkan program Bailout yang dicanangkan Bush sebagai obat dari memburuknya ekonomi US pun masih ditanggapi sentimen oleh pasar.

Ekonomi global sedang memburuk loh, dan hei kok di negeri kita tampaknya baik-baik saja?

Ada kemungkinan media benar-benar diawasi ketat dalam pemberitaan ekonomi ini. Jika terlalu heboh, masyarakat awam bisa panik dan melakukan rush besar-besaran dan hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Jadi, informasi tentang kalutnya ekonomi dunia hanya bisa kita lihat di Newsticker dan sudah sangat jarang sekali jadi berita utama – yang diberitakan pun paling-paling hanya indikatornya saja, yaitu indeks harga saham gabungan di beberapa negara yang ga akan dimengerti sama orang awam (“Maksudnya apa sih naruh-naruh saham di berita??”).

Beberapa kali aku membaca berita tentang semakin buruknya ekonomi global, semua petinggi-petinggi pemerintah hanya mengatakan bahwa masyarakat diminta untuk tenang dan mereka meyakinkan masyarakat bahwa krisis kemarin tidak akan terjadi lagi. Di newsticker TVONE juga diberitakan bahwa SBY mengatakan bahwa krisis moneter 1998 tidak akan terjadi (emangnya kau Tuhan, bisa ngomong kayak begitu?).

Oke, aku ga nuntut supaya masalah ekonomi ini diberitakan secara besar-besaran dan diberikan bumbu-bumbu ala infotainment supaya jadi lahan duitnya media… Gak. Masalah media ini bak buah simalakama. Ga disebarin salah, disebarin juga malah bikin buruk keadaan. Aku Cuma heran, langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam mengantisipasi krisis itu yang ga diberitakan. Kalaupun diberitakan ya itu, Cuma nongol di newsticker (ala Mendag yang bilang dia udah mengambil langkah antisipasi) itu juga  ga dijelasin dengan gamblang apa sih langkahnya.

Padahal, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bisa dibangkitkan apabila pemerintahnya itu sendiri transparan. Lihat Amerika – liat film-filmnya, haha – tiap kali ada kejadian pasti ada press release dari orang yang bertanggung jawab dan selalu diberitakan solusi apa yang akan mereka ambil (ga peduli solusi tersebut dijalankan atau ga, ada pro dan kontra atau ga, atau sukses atau ga) dan masyarakat bisa tenang. Kenapa? Karena transparansi yang dikemukakan oleh orang yang kompeten di bidangnya.

Atau, daripada ribut-ribut mikirin kemana sih pemerintah indonesia? Tenang-tenang aja ya? Mending kita ngikutin apa yang warga Singapura lakukan waktu krisis Asia tahun 98 lalu seperti yang diceritakan oleh Hermawan Kertajaya.

“Meski demikian, ada yang menarik kalau melihat perbedaan antara krisis monter di Indonesia dan di Singapura. Di negeri pulau itu, meski nilai mata uang hanya mengalami penurunan 10 persen saja, tapi mereka melakukan perubahan total atas perilakunya. Mereka yang dulu biasa makan di restoran, kini banyak yang pindah ke food court. Terus yang dulu biasa ke supermarket pindah ke discount store….”

“… banyak orang di sana yang kini berencana pindah tempat tinggal ke lokasi yang dekat stasiun kereta api bawah tanah (MRT). Sebab dengan semakin luasnya jangkauan MRT, tentu saja pergi kemanapun di seluruh Singapura akan lebih enak kalau bisa melalui MRT. Maklum, tiket MRT itu kan cukup murah. Jadi kalau bisa memanfaatkan MRT tentu akan mempermurah ongkos.

“Itu bukan hanya terjadi pada orang-orangnya, tapi juga pada perusahaan perusahaan. mereka langsung banyak melakukan upaya penghematan besar-besaran. Bahkan, saya mendengar sudah banyak perusahaan di sana yang berusaha melakukan efiensi tenaga kerja. Yang pada gilirannya melahirkan banyak entrepreneur baru. Entah itu agen asuransi maupun buka warung di pinggir jalan…”

Oke, berhubung kutipan di atas aku sadur dari artikel Hermawan K bulan Maret 1998, mungkin situasinya sudah tidak relevan. Tapi intinya, berhentilah bersikap snob! Alias over confindence atas kemampuan ekonomi kita atau lebih gamblangnya lagi hidup di luar kemampuan ekonomi yang sesungguhnya. Contoh sederhana, liat aja kalau lebaran. Ada ga ada duit pokoknya maksain mudik dan belanja. Pinjam sana sini, gadai, dan ketika lebaran usai pada pusing mereka nyari duit. Ga heran kriminalitas tetap aja terjadi selama Ramadhan dengan alasan butuh uang untuk lebaran.

Hiduplah sederhana. Bahkan Rasulullah sendiri sudah mengajarkan keteladanan ini lebih dari 1000 tahun yang lalu kan? Krisis ekonomi kemarin sebenarnya merupakan shock teraphy bagi kita untuk menyadari bahwa sudah lama kita hidup di atas kemampuan. Tapi seiring dengan “pertumbuhan” ekonomi dan “recovery” dari krisis kita, mulai banyak orang-orang yang kembali hidup snob (yah memang didukung sama produsen-produsen yang STPnya sama snob people juga sih – liat Parisian serta majalah High End yang baru nongol, ck ck ck…).

Oke, jadi be careful with this condition. Jangan terlena…

4 thoughts on “Hati-hati, krisis lagi…

  1. ashr06 says:

    ras, bukannya sebelumnya 9570 Rp per US dollar ya?
    berarti menguat dong walo sedikit.. CMIIW

    yah, memang hobi orang indo bwt memboros2kan duid selagi punya.. budayanya masih budaya konsumtif sih..

    btw, blog kmu dah dilink di saya.. link saya jg dong.. kalo si *mas ganteng* aja, langsung di-link blognya..😛

  2. Hmm, yups, kalo ngamatin si SBY cs sekarang udah lagi memperketat ikat pinggang tuh,, pada siap siaga…
    langkah pemerintah udah ada kok jeng,, mekanisme kontrol via shifting up BI Rate… hal ini ditujukan untuk meminimasi net imported inflation,,,

    Tapi kata di berita, kita gak usah khawatir karena kondisinya beda dengan krisis kemarin.

    Saat ini faktor yg dominan adalah faktor eksternal.
    Keterpurukan Lehman brother (ex. bank finansial terbesar ke 4 di AS) dan jatuhnya saham akibat suprime mortage (saham perumahan) membuat inflasi terparah di AS SEJAK 1929 coba!!!!

    nah saking berpengaruhnya AS,, dunia lain pada kena imbasnya deh (terutama eropa sih, lalu asia dan akhirnya Indonesia) …

    Nah gimana ni solusinya? kalo pake kacamata Islam…
    solusinya bukan hanya hidup sederhana,, dalam Islam ada juga seperangkat aturan sistemik, whole package, mengenai subsistem kehidupan hingga ke akar2nya, termasuk bagian ini.

    Singkatnya, dalam Islam gak ada celah bagi ekonomi nonreal.
    lebih lengkapnya, ada sedikit yg bisa di bagi di artikel di blogku… [hee numpang iklan]

    http://suraniningsih.wordpress.com/2008/10/05/how-the-khilafah-will-industrialise-the-muslim-world/

    overall, pengamatan dan komentar yang bagus, Ras!!!

  3. meongijo says:

    @surani
    justru karena efek eksternal itu, menurutku indonesia sulit untuk menghindar dari efeknya. kecuali kalo indonesia negara tertutup macam cina jaman dulu. aku khawatir banget sur, krisis kejadian lagi. langkah BI yang naikin BI rate (tadi pagi di koran) dinilai para pelaku ekonomi malah bakal bikin parah lantaran kredit macet. tinggal tunggu waktu sampai isu likuiditas ga ada…
    yah, semuanya emang ga akan kejadian kalau kita mau nerapin ekonomi benar-benar secara prinsipilnya islam, namanya jugahukum Tuhan, mana ada sih cacatnya? cuma sekarang sudah kadung begitu, semuanya begitu! krrrk krrrk… bingung aku mesti gimana untuk mengantisipasi hal ini *pdahal kan kita mahasiswanya!!!

    @ashr
    oh gitu ya? tapi penutupan kemaren anjlok lagi ke level 9650. lah… katanya bursa senin kemaren emang lebar banget nilainya, pernah sampai 9600 segala tapi toh pas ditutup bertahan di 9555.
    aku udah masukin link mu kok, mungkin belum keluar. aku betulin dulu yaaa.. thx shr..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: