Fasten your seatbelt, it’s crisis…

Baru 2 hari yang lalu aku ngepost tentang kalemnya Pemerintah dalam menghadapi anjloknya rupiah dan saham (bahkan SBY masih bisa bilang “Krisis 1998 tidak akan terulang lagi,”), kemarin siang bursa saham Indonesia di-suspend. Pendeknya, perdagangan saham dihentikan sementara, IHSG ter-freeze di angka 1451,669 sampai adanya pengumuman lebih lanjut.

Suspend ini dilakukan dengan alasan memberikan waktu bagi pemegang saham pikir-pikir dulu. Which is fool, karena sekarang setelah fakta suspended stock ini ramai, yang terjadi adalah orang-orang makin PANIK dan jangan salahkan ketika setelah bursa dibuka kembali yang ada orang-orang makin ramai melakukan panic selling.

BTW, anjloknya IHSG ini mencapai 10,38%, terburuk sepanjang sejarah bursa saham Indonesia dan kini yang terburuk di antara keterpurukan bursa global! Rata-rata di negara lain hanya 2-4 persen saja, kecuali Jepang yang menyentuh angka 9%. Bahkan bursa Amerika pun sedikit menguat Rabu malam karena katanya harga minyak dunia turun.

Rupiah agak sedikit menguat sih di penutupan kemarin, ke 9593.

Dan sedikit kilasan tentang kebijakan yang diambil pemerintah kemaren, menaikkan BI rate sampai 11,5 %. Di negara lain, justru rate itu dipotong sambil memberikan jaminan kepada nasabah Banknya kalau uangnya akan aman di Bank. Di sini, tingkat suku bunga dinaikkan tanpa ada jaminan apa-apa sementara kredit bakalan macet-cet-cet… tadi aja dibahas di editorial Metro, narasumbernya ampe senyam-senyum ngebahas ini (mungkin mentertawakan kebijakan aneh ini kali ya…). Sebenarnya pemerintah mempunyai pilihan dalam menghadapi awal krisis ini, memperkuat perbankan dan sektor finansial atau memperkuat sektor riil. Dan yang mereka lakukan hanya memperkuat sektor perbankan sementara sektor riil awut-awutan. yah… haruskah kita maklum karena “pejabat juga manusia” ?

Bukan maksud mo nakut-nakutin, tinggal tunggu bom waktu aja. tapi sebelum itu terjadi, kita semua harus punya sense of crisis yang tinggi. Berhentilah bersikap snob (hiduplah dalam kemampuan kita) dan kita harus tetap produktif serta mencari cara gimana supaya orang-orang di Indonesia ini masih tetep punya kerjaan. Think! Kita di sini (aku menganggap readersku di sini adalah mahasiswa) bukan policy maker, tapi bukan berarti kita Cuma bisa diam aja dan menunggu bom itu dijinakkan pemerintah (mending kalau berhasil dijinakkan, lah kalau ga?). justru kita sebagai mahasiswa harus mencari cara gimana supaya bisa bikin masyarakat tenang dan yah bantu orang-orang kecil di bawah lah supaya ga makin terpuruk. Entrepreneur? Boleh… apapun.

Aku Cuma minta, satu aja yang harus kita lakukan karena ini berkaitan sama diri kita sendiri. Jangan over confidence atas kemampuan kita (seperti yang masih diperlihatkan SBY kemaren) dan mulailah hidup sederhana. Jangan bikin orang-orang di bawah makin iri sama gaya hidup kita karena itu akan memperburuk keadaan…

NB : buat yang punya saham gede dan sudah cukup banyak duit, skali-kali ngerugilah.. jangan jual sahamnya. Hehe… demi 250 juta rakyat Indonesia (dikurangi 10% nya yang bergelimang kemewahan)…

Okey, fasten your seatbelt guys, we’re facing the crisis…

2 thoughts on “Fasten your seatbelt, it’s crisis…

  1. ToBaS says:

    Wah iya ya……………..

    Sbenerna ak kurang ngerti sih ttg perekonomian…………

    Tapi liat dari tv & koran pada gembar gembor gt…

    yg jelas klo liat nilai tukar rupiah yg ngelemah……..

    jd inget krisis 98,,,,,,,,

    ehm..punya saran mbak kita hrs ngapain??

  2. meongijo says:

    aku juga ga begitu paham sih.. keke.. tapi yang jelas, berhubung kita bukan pembuat kebijakan, ga banyak yang bisa kita lakukan… bagaikan ikan dalam kolam, ya kita cuma bisa ngikutin arus air dalam kolamnya (atau bersama-sama bikin arus sendiri? ya boleh -boleh… :p)

    cuma sebelum itu terjadi, first of all we need everal adjusment.
    ya itu, hidup dalam batas kemampuan kitalah, cobalah hidup sederhana. jadi ntar ga kaget pas tiba-tiba semuanya sudah keburu pasang harga “terbang”.

    atau bantu menggiatkan sektor riil kita. punya usaha? usahanya coba dipertahanin biar tetap produktif semasa krisis dan ga ngephk karyawan. mudah sih ngomongnya, tapi itu prinsipnya. Eksekusinya terserah… (bisa dimulai dengan efisiensi usaha sekarang juga).

    kecuali kalau mas Tobas punya uang banyak, coba instrumen investasi seperti emas yang masih dalam kategori aman (ada yang bahas juga kalau harga emas ga akan jatuh sekalipun bursa terpuruk). hehe..

    satu lagi yang wajib kita lakukan : berdoa semoga kita semua diberi kekuatan untuk menghadapi krisis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: