Berburu External HDD

Rehat dikit ah dari hingar bingar krisis…

Hari ini aku ngiter-ngiter BEC buat nyari hard disk eksternal. Maklum, hard disk laptopku yang Cuma 80 GB sudah tak sanggup lagi menyimpan koleksi foto-foto TI 2006, MTI, mangascan, sama installer game – hehe.

Muncul opsi untuk ganti laptop berhubung baterai laptopku yang usianya menginjak 2 tahun ini Cuma bertahan 1,5 jam saja. Namun apa daya, untuk ganti laptop rasa-rasanya sayang dan ga punya duit. Iseng-iseng juga aku nanya sama counter yang nerima beli laptop bekas – spek laptopku yang Cuma dimotori Core duo T2300/1.66 GHz/512 MB/80 GB ini paling-paling Cuma dihargai 2 koma sekian juta – belum lagi dipotong sama covernya yang udah baret-baret kena buku Kalkulus, case yang retak karena jatuh dari motor, house audio input yang di dalemnya masih nancep serpihan jack bekas sound system pas IECOM yang ga sengaja keinjek lalu patah di dalam, serta jangan lupakan layar yang sudah diganti (sama yang asli Acer juga tapi) gara-gara kehujanan. Padahal dulu belinya harus empot-empotan nyari duit ke 10 juta.  Hihi, memang ga bisa ngerawat barang aku…

Anyway, ya sudah aku bertekad untuk bertahan dengan my first laptop sampai nanti aku punya duit buat beli laptop lagi – ya mungkin 2-3 tahun lagi, amin. Kalau begitu, HDD eksternal wajib dimiliki.

Berbekal pengetahuan nol tentang HDD eksternal, aku menjelajahi semua toko dan menanyakan kelebihan produk-produknya. Agak simpang siur sih, karena ya memang masing-masing menjagokan produk yang dijualnya. Beberapa hal yang aku dapat dari hasil nanya-nanya :

          Udah ga jaman lagi sama HDD ATA. Sekarang jamannya pake SATA. Ga tau deh bedanya apa… hehe

          Ukuran HDD portable : 2.5”

          Kapasitas 120 GB ke bawah sudah mulai menghilang dari pasaran. Disarankan, kalau mau beli HDD eksternal sekarang minimal kapasitasnya 160 GB (harganya berkisar di 550-800 ribu)

          Ada HDD yang built in sama rakitan. Kalau yang rakitan itu antara hard disk dan casingnya dijual terpisah, kalau yang built in ya artinya casingnya udah langsung dapat sama hard disknya jadi ga bisa diutak-atik lagi.

          Kelebihan built in : diyakini lebih reliable karena faktor casing yang langsung dari factory sehingga meminalisir human error dalam pemasangan casing biasa. Lalu karena casing juga berpengaruh ke performa HDD, jadi lebih baik pake casing yang emang dari manufacturer HDD sehingga terjamin performanya. Kelemahannya : ga bisa diutak-atik.

          Kelebihan rakitan : bisa milih casing sendiri sehingga harganya bisa jauh lebih murah sampai 100 ribu dibandingkan yang built in. bisa diutak-atik alias kalau suatu saat ingin upgrade ke kapasitas yang lebih besar, casing yang lama masih bisa dipake. Kelemahannya : katanya sih performanya tergantung casing…

          Tentang casing : Katanya sih ngefek ke detected atau gak nya si HDD. Tapi hal ini disangkal sama mas-mas di toko lain, dia bilang kalau itu sih gara-gara USB cablenya. Baik HDD built in sama rakitan sama-sama bermasalah di USB cable, kalau udah bermasalah beli aja USB cable yang baru. Cuma 20 ribuan…

          Nah kalau pilah-pilih casing, pilih casing yang emang mumpuni sama kapasitas hard disk dalamnya. Ada yang bilang, casing 35 ribuan tuh cocoknya sama yang 40 GB. Kalau yang 160 GB, coba casing yang sudah di level 100 ribuan ke atas

          Wajib pilih casing yang jeroannya (aku baru tau kalau ternyata di dalam casing itu ada PCB lagi buat nempeling si HDDnya) full body – istilah si mas-mas di toko. Liat PCBnya, kalau ukuran PCBnya sama kayak casing luarnya, itu artinya full body. Soalnya ada yang PCBnya Cuma sepanjang 2 senti, alias kalau ada jatuh atau kejadian yang berhubungan dengan guncangan mendadak, si HDD nya bisa patah gara-gara Cuma disokong setengah. Nah kalau full body, kata mas-masnya sih minimal kagak patah jadi dua deh kalau jatuh, hehe…

          Omong-omong soal merek, macam-macamnya wuah luar biasa. Toshiba, Hitachi, Maxtor, WD, Samsung, Seagate, dan lain-lain. Katanya sih Seagate yang paling bagus. Maxtor masih satu pabrikan sama Seagate. Keduanya ngasih garansi sampai 3 tahun (WD juga). Kalau Toshiba, Hitachi, dan Samsung Cuma 1 tahun, tapi kata mbak-mbak di tokonya, selama dia jual Toshiba belum pernah tuh ada yang complain… dan kata mas-mas di toko lain, secara kualitas yang namanya HDD hampir sama semua. Kecuali WD yang diklaim punya teknologi anti guncang.

          Oiya, HDD itu ada yang kosong dan ada yang diisi dengan software untuk proteksi keamanan tapi bukan virus. Jelas yang pake software ini lebih mahal dan lebih sedikit variansinya di pasaran.

Berdasarkan informasi tersebut, pilihanku jatuh pada Maxtor basic 160 GB yang dibanderol 730.000 net. No software (kalau mau yang bersoftware pilih Maxtor One Touch 4 yang bedanya 150 ribu pada kapasitas yang sama) dan built in. karena kalau aku bandingin sama hard disk rakitan yang harganya 580ribu (Toshiba)  + casing yang paling bagusnya 125 ribu, yaah mending yang built in deh, garansinya 3 tahun lagi. Kalau masalah pake software atau ga, sedari awal itu udah ga aku jadiin pertimbangan karena aku malah ribet dengan protokol autorunnya si software (contoh : fd kingston banyak yang pake software dan itu cukup ribet).

btw aku belinya pas dolar masih dihargai 9600 rupiah per dolar di BEC…

9 thoughts on “Berburu External HDD

  1. bintang says:

    cie yg baru beli😀

    pokonya sata lebih cepet ras..

    kl rakitan, perhatiin juga gimana si hdd dipasang ke casingnya >> ada yg gampang lepas, jadi ga kedetect apa2 pas dicolok,,

  2. ashr06 says:

    walah,, yg 120GB ke bawah dah menghilang dari pasaran?

    sial,, saya baru mo nyari yg 40-60GBan,,
    *butuhnya cman segitu*

    ah, bae lah.. ntar kapan2 saya ke BEC.. kalo ada waktu senggang..
    huhu..

  3. Giri Kuncoro says:

    ahahaha..
    hardisk eksternal buat nyimpen koleksi foto?
    yaah..
    wajar lah cewe suka foto”..
    *ga sadar diri :P~

  4. meongijo says:

    @bintang
    alhamdulillah🙂

    @ ashr
    masih ada sih shr, yang 40-60 GB. tapi sayang kali, nambah dikiiiiit lagi aja udah bisa ke 120 GB…

    @Giri
    lah, emangnya HDDx enaknya buat nyimpen apa gir?

  5. andyan says:

    ada rencana nyari harddisk jg nih
    penasaran ama tu WD yg katanya tahan guncangan…

  6. meongijo says:

    @ andyan

    tapi ga tau deh tu terbukti atau ga.. hehe

  7. andyan says:

    penasaran banget
    tapi takut buang2 uang😀

  8. ruli says:

    Saya hanyalah karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. Diawal Februari 2008 lalu saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan aneh, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA, saya colokkan beberapaka kali ke PC dan Laptop. Ternyata hasilnya sama saja & ada bunyi kletak-kletek. Takut ada apa-apa, saya tidak berani otak-atik lagi.Atau menuruti semua tips dari internet. Karena semua tips itu belum pasti alias belum ada jaminan data-data saya pasti akan selamat! Mungkin saja kondisi hardisk justru makin parah atau tidak dapat diselamatkan lagi!

    Dari pada ambil resiko. Akhirnya saya coba membawa ke tempat yang lebih professional dan dipercaya, yaitu layanan recovery data di daerah Harco Elektonik Mangga 2. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya sempat kaget, ternyata mereka telah gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakan pada piringan hardisk saya sudah parah dan datanya banyak yang rusak, katanya disknya juga banyak tergores. Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya dan mencoba merecover lagi ke tempat lain. Ternyata sama.Mereka gagal. Beberapa tempat saya coba, sama saya terakhir saya coba lagi antar ke daerah bilangan Jl.Setia Budi Sudirman. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka mengaku-ngaku yang terbaik di Jakarta.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya bingung sekali harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba mencari di Internet, di salah satu iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media yang situsnya http://www.everezta.com dan saya coba telpon dulu. Mereka meminta saya diminta mengantar harddisknya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka , akan dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah. Dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil ke alamat kantor saya. Saya pun harus sabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka menelpon kepada saya, kalau harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, katanya keberhasilan minimal 80% bukan 100% lagi dan waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya sudah sangat parah secara fisik (katanya tidak terdetek BIOS dan banyak sekali BAD SECTOR) untung saja belum dibongkar mangkoknya. Mereka langsung saja mengajukan biaya sebesar 5 juta rupiah yang cukup mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya, mahal sekali padahal tidak seperti di tempat – tempat lain jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali sempat saya mau membatalkan. Saya juga coba tawar harganya. Tetap saja mereka tidak mau agar biayanya lebih murah, dengan alas an kerusakannya sangat berat : bunyi “knocking down” ; kadang-kadang/sering minta F1 dengan pesan secondary/primary disk failure”. Katanya, kalau kasus standar dan belum pernah dibongkar dan diutak-atik dengan cara apapun. Akan jauh lebih murah, yaitu cuma Rp. 350.000,- sampai 1,5 juta rupiah. Karena terpaksa. Pikir saya, harus kemana lagi saya coba merecover data – data penting saya dengan harga jauh lebih murah, sementara nyaris semua, sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnaya mau-tak mau, saya harus menyetujui untuk membawar 5 juta rupiah, asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan.

    Setelah menunggu kurang lebih seminggu, akhirnya mereka (pihak Everesta Media), menelpon lagi kepada saya, memberitahu sudah selesai data saya diselamatkan, diminta saya membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Kesesokan harinya, mereka akan antar data-datanya ke kantor saya siang hari. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi, saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya awalu sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar, mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya. Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir. Hebat juga Everesta Media, walaupun biaya recovery datanya cukup mahal tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun begitu, sebenarnya saya cukup puas dengan harga 5 juta rupiah, karena pihak Everesta Media berhasil menyelamatkan data-data penting saya bahkan yang sudah dihapus sekalipun. Ataukah pihak http://www.everezta.com sedang beruntung ketika itu? coba saja dulu oleh anda, baru percaya. Entahlah kenapa, sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah. Ruli; Mohon maaf lagi ya , bukan bermaksud untuk membuat yang lain marah atau tersinggung, hanya sekedar tukar pengalaman semoga berguna. Terima Kasih.Serpong (29-2).

  9. oxa says:

    mudah2 blum basi neh, lagi perlu casing.. hehehe

    jadi beli yg built-in yaa?

    kalau casingnya saja yg bagus & tentu murah apa yaa?

    liat di IBCC sekitar 50 – 75rb utk SATA, hardisk kebetulan sudah ada 80gb hibah dari temen …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: