no more you

Laki-laki.

Kata mereka cewek lebih sulit dipahami. Kataku apapun yang cowo lakukan tak perlu dipahami. Kita hanya perlu melakukan pendekatan sistemik dengan model matematis harta, tahta, dan wanita. Solusinya tidak eksak, tapi yang pasti adalah mereka makhluk yang memiliki ego tinggi yang tidak mau mengakui kesalahannya.

 

Aku. Perempuan. Yang sudah merasa tidak punya hati lagi untuk mencinta (kecuali untuk Allah dan keluarga). Alasannya Cuma satu, tak ada angin tak ada hujan seminggu setelah aku kehilangan hubungan yang spesial dengan laki-laki yang menurutku paling sempurna (dan setidaknya yah cocok untuk dijadikan pasangan hidup) , aku mengetahui bahwa selama ini dibaliknya dia mengempat.

Semua paradigmaku tentang pasangan yang sempurna hilang. Kehancuran itu membawaku ke dalam jurang ketidak percayaan dan dogma bahwa ya memang betul lelaki if homo else brengsek.

 Aku mencoba menerima keadaan tanpa tahu alasan mengapa dia melakukan hal itu. Perlahan aku dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit hati.

Tapi di tengah-tengah apapun, kenangan-kenangan itu selalu bangkit. Timbul kecenderungan untuk membandingkan. Bagiku walaupun dia brengsek tapi dia memang lelaki yang sempurna.

Bulan berlalu. Ada suatu titik optimum di mana aku sangat berhasil mengingat dia tanpa perlu merasa sakit hari. Dan seperti layaknya lifetime of a product di mana setelah mature maka ia akan menurun pamornya di masyarakat, ingatanku jatuh pada titik di mana rasa sakit hati itu muncul kembali.

Karena aku tak sanggup menahannya, aku mencoba membuka pembicaraan untuk mengetahui apa motif di balik tindakannya. Aku seperti berbicara pada tebing, apapun pertanyaanku hanya dipantulkan kembali dengan kata “hanya aku yang tahu apa yang ada dalam pikiranku dan kamu terlalu berburuk sangka”. Jika orang bilang lelaki lebih rasional, aku ingin sekali menyanggahnya dan bilang orang yang tadi berbicara denganku adalah lelaki irrasional di luar himpunan bilangan real. Tindakannya tidak ada yang bisa dijelaskan dengan logika – kecuali jika dia memang menyembunyikan faktanya.

Tapi toh tebing lama-lama bisa longsor. Aku tahu itu akan terjadi, dan aku membuat sesuatu yang buruk itu benar-benar terjadi. Nampaknya selamanya aku tak akan memiliki hubungan baik dengannya.

Masalah?

Separo hatiku menjerit “Ya!” dan separonya lagi menjerit “Oh Tidak!”, artinya itu memang masalah buatku. Sampai sekarang aku masih belum bisa menemukan lelaki yang lebih baik darinya. Ini dia bagian ketidak rasionalan seorang wanita yang sudah disakiti tetapi masih mengharapkan kembali. Dan aku tidak dapat menanggung dosa di akhirat gara-gara aku tidak bisa menjaga hubungan baik.

Ya Allah, kau buat dari apa hati seluruh wanita di dunia? Aku melihat banyak wanita yang disakiti hatinya – tidak hanya oleh lelaki brengsek tetapi juga keluarganya sendiri – tetapi mereka begitu kokoh berdiri dan bahkan mau memaafkan. Apakah hati dan segala keirrasionalan wanita Kau buat agar Kau memiliki tools untuk membuat manusia-manusia itu rujuk?

Ingin sekali aku memiliki hubungan baik dengannya, tapi itu sama dengan aku menelan bulat-bulat pil pahit sendiri. Di depannya aku memakai topeng sementara di baliknya aku meringis. Inilah yang dinamakan ulama sebagai ketidak ikhlasan diri.

Segala sujudku padaMu… segala ikhtiarku padaMu… sungguh dalam peluh aku masih tak bisa menemukan oasisMu. Aku begitu jauh dan aku yang menciptakan batasan itu antara Engkau dan aku. Aku begitu hina di hadapanMu dan Engkau masih memberiku nafas di setiap udara yang kuhirup…

 

5 thoughts on “no more you

  1. ina says:

    tiba-tiba gue keinget tulisan org yg pernah gue post di blog gue pas SMA. baca ya:
    11 reasons why ladies today are still SINGLE

    1. The nice men are ugly.

    2. The handsome men are not nice.

    3. The handsome and nice men are gay.

    4. The handsome, nice and heterosexual men are married.

    5. The men who are not so handsome, but are nice men, have no money.

    6. The men who are not so handsome, but are nice men with money think we are Only after their money.

    7. The handsome men without money are after OUR money.

    8. The handsome men, who are not so nice and somewhat heterosexual, don’t think we are beautiful enough.

    9. The men who think we are beautiful, that are heterosexual, somewhat nice and have money, are cowards.

    10. The men who are somewhat handsome, somewhat nice and have some money and thank God are heterosexual, are shy and NEVER MAKE THE FIRST MOVE!!!!

    11. The men who never make the first move, automatically lose interest in us when we take the initiative.

  2. bintang says:

    yah si ina malah ngomporin lagi =p

    mmmm, perasaan manusia emg susah ras.. mo ngenilainya pun mesti pake perasaan..

    intinya sih jgn ngebohongin diri sendiri..

  3. asti says:

    emang susah jadi cewek..
    lama2 marah ngerasa bersalah dan keilangan, mw baikan gengsi dan ga rela karna emang dia yang salah..
    huhh…

  4. ina says:

    ga maksud ngomporin kok. gue cuma tiba-tiba teringat tang! gue kurang sensitif ya? hoho, maap lho!

  5. laras says:

    @bintang
    but ina has a good point… aku ga ngebohongin diri sendiri, yang ada aku dibohongin terus.. huhu *bawa kapak merah trus demo di DPR-MPR, menuntut undang-undang anti kebohongan disahkan…

    @ina
    nah, itu dia na jawaban yang kucari-cari kenapa ya susah banget dapat cowok.. wakakak… *eh aku bacanya beneran sambil ketawa loh..

    @ asti
    sti, punya pengalaman yang sama juga? ngediriin aliansi-wanita-patah-hati-karena-kebrengsekan-cowok yuk..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: