Qwerty dan Dvorak

Coba deh lihat 6 huruf pertama paling atas pojok kiri keyboardmu.

QWERTY.

Yap, keyboard jenis QWERTY yang kamu lagi pake sekarang itu yang paling banyak dipakai. Susunan QWERTY ini dipatenkan oleh Christopher J. Sholes di tahun 1874 – tentunya bukan untuk keyboard kayak yang kamu pakai sekarang tapi untuk huruf mesin tik.

Lantas kenapa susunannya QWERTY? Berhubung jaman dulu itu susunan huruf mesin tik kagak ada yang standar dan kalau ngetik cepat biasanya suka pada nyangkut tangkainya, Sholes nyesuain urutan hurufnya biar antara yang sering kepake sama ga kepake bisa sinkron – alias ga kebanyakan memakai huruf yang berdekatan. Tapi tentu saja penyusunannya itu berdasarkan kata-kata dalam bahasa inggris, contoh huruf “t” dan “h” yang biasanya saling berurutan ditaruh berbeda baris supaya tangkai-tangkain mesin tiknya kagak nyangkut. Gitu…

Mungkin kalau pematen susunan keyboard itu orang indonesia, yang dia taruh berjauhan itu huruf “n” sama “g”kali ya? Hehe…

QWERTY pad tentunya menjadi hal yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Semuanya pasti tahu di mana huruf A berada, yang jelas bukan di daerah kanan. Lambat laun, orang menjadi sangat terbiasa dengan QWERT Y yang padahal jelas-jelas hanya menguntungkan orang kidal. Tahu kenapa?

Sebelum pertanyaan itu dijawab, yuk kenalan sama susunan huruf lainnya yaitu DVORAK. Bukan berarti susunan QWERTY jadi DVORAK. DVORAK itu berasal dari nama perancangnya yaitu Profesor August Dvorak tahun 1932. Coba dari language bar kamu (klik kanan di task bar, toolbar, check language bar tapi kalau ga ada mesti munculin dari Control PanelRegional and Language Settings untuk XP), biasanya suka ada gambar keyboard. Kalau bahasanya pakai english US, di keyboardnya ada opsi “English (United States)”, “United States – International” , dan “United States – Dvorak”. Pilih yang terakhir , buka on screen keyboard dan lihat perbedaannya. Kalau baris tengah udah berubah jadi AOEUIDHTNS, nah itu namanya Dvorak.

Menurut penelitian nih, susunan baris tengah Dvorak dapat membuat pekerjaan mengetik lebih efektif dan cepat. Ada 400 kata dalam bahasa Inggris yang bisa diketik Cuma dengan baris tengahnya aja, sedangkan QWERTY Cuma mampu 100 kata. Katanya juga nih baris tengah Dvorak bisa mencakup 70% dari pekerjaan sementara QWERTY Cuma 32% saja.

Pada sistem QWERTY itu ternyata terdapat ribuan kata yang Cuma perlu ditulis sama tangan kiri. Tapi di tangan kanan Cuma ada 200an kata.

Nah lo? Kira- kira hal itu berlaku sama kita yang pengguna bahasa Indonesia gak ya?

Denger-denger sih, lab Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (PSKE) di Teknik Industri ITB pernah ngadain penelitian tentang keyboard khusus orang Indonesia – PSKE itu kerjaannya secara kasar bisa disebut dengan merancang berbagai benda untuk manusia dengan desain yang me-“manusia”, alias human friendly. Fisiknya kayak gimana aku juga belum pernah liat dan ga tau – yah inilah salah satu lemahnya penelitian di Indonesia, ga pernah dipublikasikan secara luas dan kalaupun dipublikasikan sepi peminat. Yang jelas si keyboard ini bertujuan untuk menyamakan beban pekerjaan tangan kanan dan tangan kiri (orang TI pasti tahu benar ada yang namanya Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri yang durasi pekerjaannya 10 menit = 5 hari memetakan).

Tapi ya yang namanya kebiasaan pake QWERTY, susah untuk menerima keyboard ala Indonesia apalagi DVORAK yang orang bule saja masih ga terlalu ngeh. Padahal kalau kita mau berubah sedikiiiiit saja, mungkin kita bisa menghemat lebih banyak waktu dalam mengetik sebuah pekerjaan.

Mau mencoba?

*) sumber dari Intisari bulan ini tahun ini, Intisarinya bilang kalau itu dari pelbagai sumber.

5 thoughts on “Qwerty dan Dvorak

  1. Quchie says:

    haha.. pasti pusing banget dah nyesuainnya..
    disinih aja.. ada huruf yg letaknya beda.. “y” ama “z” yg ketuker.. dan beberapa tanda baca.. chie nyesuaiannya dah pusing.. apalagii kalo hampir semua huruf gituu.. makin aja pusing..

  2. bintang says:

    kl keyboard AZERTY tau g?

  3. meongijo says:

    oh, di jerman keyboardnya beda ya chie?

    azerty???

  4. apa aja boleh says:

    qwerty kali .
    emang ada ?

  5. udah beberapa bulan ini pake dvorak.. pas migrasi dari qwerty ke dvorak rasanya sampe pusing dan uring-uringan. tapi sekarang udah enak. lebih enak pake dvorak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: