Risolesi

New Year is just another new day. It’s a pity how many people were down to celebrate it when people in Palestine were struggling for their lifes.
Gak cuma itu, bahkan tahun baru hijriyah yang bedanya cuma 2 hari ga semeriah itu. Yah tapi wajar sih, toh Islam tidak ingin umatnya menghambur-hamburkan uang untuk kembang api apalagi dugem.
Tapi aku ga munafik, tahun-tahun sebelumnya aku emang larut dalam perayaan tahun baru. Setidaknya aku pernah ikut bela2in konvoi di bandung sampe puncak, dan pesta makan-makan di rumah sambil berkembang api ria. Tahun ini kalau tahun baru hijriyah aku cuma bisa ngeliat orang-orang pawai dari dalam mobil karena masih perjalanan pulang dari cilacap, tahun masehinya aku nonton TV (Harry Potter 4 dan Davinci Code) di rumah. Tanpa kembang api, tanpa makanan not even snacks. Tapi momen-momen kayak gitu yang bikin aku lebih tidak merasa bersalah atas penderitaan orang-orang Palestina. Setidaknya aku tidak merayakan dan buang-buang duit kayak orang-orang kebanyakan… (Padahal sih sebenernya itu semua terjadi gara-gara males nyari barbeque set di gudang dan acara ke Puncak batal gara-gara vilanya dipake, hahah.. muna.. muna..)

Aku selalu menganggap tahun baru itu cuma ya pergantian tahun yang sebisa mungkin kalau emang dirayakan bareng keluarga. Setelah itu yaa sudah, ga ada apa-apa. Ga ada resolusi, reformasi, revolusi, apalagi evolusi, soalnya aku bukan orang yang doyan pasang target.
Tapi, di koran-koran tuh kemaren banyak banget yang nulis tentang nasihat Ali (atau mungkin itu sebenarnya ayat AlQuran atau hadis? Wah lupa deh) kalau hari selanjutnya harus lebih baik dari hari ini, kalau ga kita itu termasuk orang-orang yang merugi. Wah dari situ aku baru kepikiran mungkin aku telah menyia-nyiakan 19 tahun hidup aku dengan ga tau apakah aku telah semakin baik atau semakin buruk.
Tadinya aku juga berpikir resolusi di tahun baru itu cuma untuk orang-orang kurang kerjaan. Well, kalau mau beresolusi kenapa ga setiap hari aja? Tapi walopun aku berpikir kayak gitu pun, aku ga pernah melakukan resolusi. Wah emang banyak omong ya aku… teori doang.
Nah setelah aku sadar bahwa resolusi itu bukan hal yang buruk, dan bahkan Islam sendiri menganjurkan supaya hari ini lebih baik dari hari kemarin, aku mau buat resolusi kecil-kecilan sebagai penglaris — eh awal. Siapa tau ntar akhirnya aku bisa berubah menjadi orang yang mau mengejar target (karena selama ini aku merasa hidupku datar-datar aja.. hehe).

Beberapa resolusi aku, ehem ehem :

1. Lebih banyak berdoa sambil merendahkan diri
Yah selama ini aku berdoa cuma meminta. Tapi aku jaraaaang banget bahkan kayaknya ga pernah berdoa sambil memujiNya, atau bahkan berkata dengan suara lirih. Aku cuma berdoa dalam hati, asal lewat yang penting terucapkan. Nah sekarang udah ga boleh lagi, berdoa itu harus serius supaya Allah senang hambaNya sekarang udah ga kurang ajar😛

2. Berdoa tentang jodoh
Yah ini juga, aku juga paling ogah berdoa tentang pasangan hidup karena aku selalu berpikir biar waktu yang mempertemukan kami (cieee), siapapun dia dan seperti apapun dia aku terima. Tapi mengingat kalau sampai lulus kuliah aku belum dapat pacar (yah sebutlah itu calon) bisa-bisa aku dijodohin, mendingan aku mulai berdoa dari sekarang supaya aku dikasih jodoh yang baik, bertanggung jawab, sayang orang tua dan bla bla bla (pasang standar, biar sesuai sama harapan, daripada cuma dikasih doang tapi ternyata ga sesuai standar? hehe), syukur-syukur kalo dikasi sebelum wisuda *ngarep. Nah setidaknya aku berikhtiar dengan doa (bukan dengan ngejar-ngejar)… Karena jodoh di tangan Tuhan, tapi mesti kita sendiri yang ambil🙂

3. Lebih semangat lagi
Yah semester ini aku merasa semangatku luar biasa menurun. Dan itu berdampak pada kegiatan-kegiatan yang semakin sedikit kuikuti, semakin sering tidur di kelas, semakin malas belajar, semakin sering di rumah nonton TV dan ngegame. Indeed, aku merasa nyaman dengan kondisi seperti itu, cuma masa hidupku cuma dihabiskan dengan cara seperti itu. Benar-benar ga menghargai hidup. Jadi untuk ke depannya aku harus semangaaat, semangaaaat, dan semangaaaatttt!!!!!!!

*makasih buat Dariil, Aldy (el06), Juju, Keffi (TI06), dan Cuz (IF 06) yang udah menularkan semangat dan doa-doa tahun baru… Semangat dan doa yang sama untuk kalian!

Tagged

4 thoughts on “Risolesi

  1. ipin suripin says:

    udah, segitu aja risolesi nya??
    ketipu judulnya..
    kirain laras punya resep risoles yang uoke punya..😛

  2. bintang says:

    sama, pertamax juga,,

    “Karena jodoh di tangan Tuhan, tapi mesti kita sendiri yang ambil”

    kita sepikiran,,hehehe

    buset dijodohin?

  3. meongijo says:

    @bang ipin
    wah ampun bang😛 judulnya memang menipu, hahahh..

    @bintang
    lebih parah lagi tang, ternyata deadline nya tahun ini *baru dikasih tadi. doh serius ga ya mereka😛 ??

  4. ashr says:

    Ras, selamat menikah..😀

    hahahahaha…
    *tertawa puas membayangkan si kucing jadi pengantin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: