Lika-liku berToefl ria

Supaya bisa ikut student exchange ke Jepang, aku cari-cari tuh TOEFL internasional yang bisa diikuti dalam waktu 1 minggu sejak pengumumannya ditempel di prodi TI.
BLCI katanya cuma prediction test, UPT bahasa ITB tes Toefl ITP nya udah lewat — cuma sebulan sekali dan itu ITP (instutional, cuma beberapa aja yang mau nerima TOEFL ITP, kalau TOEFL ITP dipake keluar susah), EEP ga punya, EF juga sama kayak UPT Bahasa ITB.

Menurut situs ETS (lembaga resmi yang ngeluarin TOEFL), official TOEFL yang ada di Indonesia tuh cuma iBT alias internet based test. $150 per tes dan jadwal tesnya hanya pada waktu-waktu tertentu yang udah ga mungkin banget aku ikutin. Tapi TBI Dipatiukur ternyata udah lama menjadi official location for iBT Toefl — mungkin buat yang ga mau repot-repot install software dan internetan dari rumah kali ya? hihi…

Nah, karena setelah dicari ke penjuru tempat ga ada yang bisa nyediain official TOEFL dengan jangka waktu tes dan keluarnya hasil kurang dari seminggu, aku nyerah. Yah mungkin ga rejekinya. Tau-taunya, sekian hari kemudian Pritta ngasitau kalau application deadlinenya diundur sampai 3 hari kemudian.

Yah, tapi ga ngefek juga. Ga ada jadwal iBT yang bisa diambil. Tapi berhubung katanya banyak juga yang tes TOEFL di TBI (yang setelah dikonfirm ternyata kebanyakan prediction test juga) dan Pritta udah positif tes disana — setidaknya usaha — aku juga akhirnya ikutan tes. Yah coba-coba lah…

Karena waktu yang mepet, aku sama Pritta ikut yang Private test, hasilnya keluar sorenya (paginya tes). Kalau ambil yang regular keluar hasilnya bisa 3 hari. Yah nasib, trade offnya lebih dari 2x lipat harga regular (80 ribu vs 185 ribu).

Satu hari menjelang deadline aplikasi, aku bela-belain prediction test sampai bolos kuliah. Karena kebetulan yang tes cuma dikit, ga lama kemudian ada bapak yang ngasitau nilaiku (beliau yang meriksa).

“Laras ya?”
“Iya, kenapa Pak.”
Si Bapaknya pasang muka masam, “Nilainya 377…”

Jeleger… what??! Mungkin ini yang namanya azab Allah pada hambaNya yang terlalu pede. Tiap kali prediction test aku ga pernah kurang dari 500, tes di ITB 565, dan hampir setiap hari sebelum tes aku coba-coba self test di komputer dan selalu lebih dari 500. Now?

Duniaku runtuh, hancur… Yang aku lebih takutin adalah bukan kemunduran aku atau apa, tapi aku merasa udah ngebuang-buang duit untuk sesuatu yang ga bisa aku pakai dan manfaatkan.

6 Jam setelahnya, aku dalam perjalanan pulang ke rumah. Hasil TOEFL tertulisnya aku minta Pritta yang ngambilin dan katanya hasilnya emang cuma 377 *padahal aku masih berharap kalau Bapak itu bercanda atau salah meriksa. Tapi entah kenapa mendadak aku putar balik menuju TBI, yah setidaknya untuk cari tahu di mana sih kesalahan-kesalahan aku…

“Kalau jawaban sih kami ga bisa ngasih, tapi… tadi siapa namanya Mbak?” kata mbak-mbak TBI.
“Laras Ayutirta.”
“Hmm… hmmm..” dia langsung utak-atik komputernya. “Listening sekian, structure sekian, reading… emmm.. Tunggu sebentar ya Mbak, saya cek dulu…”

Gak lama kemudian dia bawa satu bundel soal dan bertanya apa soal itu soalku? Aku jawab iya. Terus dia langsung sibuk sendiri.

“Iya mbak, kayaknya salah answer sheet jadi diperiksa dengan kunci yang beda. Mestinya nilai mbak itu 5xx, saya print lagi aja ya hasilnya…”

ALhamdulillah! Secercah harapan muncul. Aku ga merasa buang-buang duit walaupun ke depannya aku benar-benar ga tau apakah prediction test bisa dipakai sebagai pertimbangan exchange program. Tapi di sisi lain aku mempertanyakan institusi sebesar TBI yang bisa salah mengoreksi — dan kesalahannya sungguh fatal. Yah moga-moga aja cuma aku yang ngalamin hal ini…

Tagged , , ,

8 thoughts on “Lika-liku berToefl ria

  1. gwgw says:

    nah gitu dong…itu baru namanya usaha…semangat !!!
    btw, salam kenyal aja deh…sekenyal-kenyalnya…🙂

  2. Arie says:

    Wow, makasih buat informasinya.
    Aku lagi nyari2 tempat tes toefl yang buat prediction doang, berhubung untuk masuk oil company minimal harus 550 hehehe… thanks banget infonya ya!

  3. Annisa says:

    Tidak sengaja terdampar di sini… baru berhasil ITP di BLCI, yg lebih murah daripada di ITB XDD Jadi sebenarnya di TBI itu yg iBTnya resmi tak? Soalnya rada males klo harus di Jkt buat TOEFL. Sibuk ngapain aja di sana Laras? Suka ketemu ama Josef ga? Ajarin Jepang dong😀

  4. meongijo says:

    BLCI bisa ITP ya? baru tau aku… TBI resmi kok iBT nya. Jadwalnya ngikutin jadwal TOEFL iBT internasional.

    sibuk apa ya, hahahahaha…. kemaren sibuk main, sekarang sibuk riset. tinggal 4 bulan lagi calon TA belum ditulis sama sekali… hehe… Josef mah jauh di hiroshima.. kemaren aku ke hiroshima juga ga ketemu dia lantaran akunya yang lupa ngasitau. hehe…

    ini annisa 05 kah? maaf bisi salah heueheu😛

  5. lammm says:

    Wah, kasusnya mirip sama aku. Deadline scholarship kan 15 Maret 2011, tes TOEFL ITP di ITB atau UPI udah penuh. Mungkin aku juga mau ngambil yang prediction aja deh. hehee…

  6. Nadinastiti says:

    halo kak Laras, masih inget aku? tadinya lagi nyari-nyari info tentang tes toefl di bandung yang cepet di mana. terus liat profil kakak ngomongin XBRL, BI, dll.. terus ternyata bener kak Laras haha.. (kalo belum inget, ini nadin yang dulu KP tentang xbrl di BI bareng bobi agast hahahahaha) oh iya kak, selamat yaa udah jadi pegawai BI yang seutuhnya >:)

    jadi kak, sekalian mau nanya nih. kalo prediction test gitu sebetulnya bisa dipake ga sih? kalo yang kaka ikutin di post ini tuh IBT prediction dan bisa selesai dalam 3 hari kan ya? hahaha padahal postnya udah 3 tahun yang lalu. terima kasih kak atas jawabannya! :3

    • meongijo says:

      Inget dong nadin, hehe… Iya makasih yaaa

      Jadi kalau prediction itu pada umumnya masih prediction untuk sistem PBT. Yg IBT aku belum pernah denger ada service yg nawarin di indonesia. Penggunaan prediction sangat terbatas dan malah harusnya ga bisa dipake kemana2 karena standar soalnya bisa beda2. Kecuali klo udh diperjanjikan terlebih dahulu. Aku kmarin lolos karena ternyata cuma digunakan untuk internal itb dan mgkn yg lain juga ga punya toefl resmi. Jadi aku saranin minimaaaaaaal bgt tuh ITP. Kalau mau apply ke institusi luar udh harus pake toefl resmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: