Pagi tadi dan malam ini, 20 Maret 2009

Aku menutup buku yang baru saja kubeli tadi siang di bagian obral Gramedia. Sebuah novel tepatnya. Sekitar 250 halaman habis kubaca dalam 2,5 jam. Novel yang unik, judulnya “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu” karya Puthut-sesuatu. Tapi jangan harap menemukan judul tersebut di covernya, karena yang tertulis adalah “Berani beli cinta dalam karung?”

Saat aku membaca prolognya, aku merasa seperti membaca kisah hidup seorang laki-laki yang sempat kusuka dulu. Kusuka, bukan kucinta. Gaya bicaranya, hidupnya, perilakunya, rokoknya, semuanya cocok dengannya. Tapi setelah membaca lebih jauh, nampaknya kisah hidupnya bisa disandingkan dengan kisah hidupku sendiri kalau soal jodoh dan cinta. Menyedihkan. Setelah aku tutup, aku merasa kosong. Akhir yang menggantung selalu membuatku merasa kosong dan akhirnya malah terinspirasi untuk menulis dengan gaya yang hampir mirip dengan bacaan tersebut. Yang kamu baca ini, ya aplikasinya.

Lalu saat aku menutup buku, aku berpikir sejenak sebelum menyalakan laptop dan terhubung ke internet. Kamarku luar biasa berantakannya. Buku-buku dan tissue tergeletak di semua permukaan kamarku, meja belajar, meja rias, lemari, kursi, tempat tidur, lantai. Khas kamarku ketika sedang aktif-aktifnya kuliah. Tempat tidurku pun seprainya lepas, bantalku pun penuh bulu Sweepy. Aku tahu aku harus menggantinya karena jika tidak, aku akan terserang asma lagi. Aku malas. Bahkan telepon genggamku yang sudah habis dayanya sejak sore tadi belum kucharge.

Separuh diriku berteriak “Bangun dan bereskan ini! Kamu mempunyai amanah menantang mulai pagi tadi!” dan separuh diriku bilang “Santai. Besok kita akan kerjakan semuanya”. Toh yang aku lakukan adalah menuruti separuh diriku yang terakhir. Beginilah diriku. Kekurangan daya untuk eksekusi. Ideku banyak, perencanaanku baik, niatku tinggi, eksekusinya nol. Aku terheran-heran mengapa orang-orang menganggapku “sesuatu”. Sampai-sampai ketua himpunanku yang baru menawarkanku menjadi ketua divisi badang keuangan. Aku ceritakan kondisiku, tapi bodohnya aku mengatakan “Ya”. Eh, aku tak tahu itu jawaban bodoh atau bukan, tapi aku mulai menganggap diriku oportunis sejati.

“Menurutku kamu nggak begitu kok, Ras. Selama kamu masih punya niat dan memang concern kesana, kamu nggak sepenuhnya oportunis. Pokoknya, Ras, aku yakin kamu pasti bisa ngejalaninnya.” Itu yang dikatakan Junita sore tadi (kira-kira, aku tidak begitu mengingat kalimat persisnya), ketua divisi badan keuangan yang baru turun jabatan tadi pagi jam setengah tiga. Jabatan tersebut kini kuisi tanpa aku memiliki gambaran apa yang harus aku lakukan.

Aku harus secepatnya mentransisikan perpindahan kepengurusan. Rekening. Data anggota. Jagajus. Program kerja. Laporan keuangan. Ngobrol dengan Agam untuk menyamakan pandangan dan garis koordinasi. Targetku, seminggu. Tapi sisa-sisa lelah karena tugas PTI sekaligus Rapat Anggota LPJ Badan Pengurus MTI sebelumnya yang kulakukan secara bersamaan sekaligus menjadi panitia KENMI, semuanya dalam 4 hari terakhir ini dan aku tidur hanya 3 jam per hari, menghambatku untuk melakukan apa yang seharusnya kulakukan hari ini.

Aku butuh semangat. Aku butuh dukungan. Aku butuh diingatkan. Aku perlu dibentak. Aku perlu dikerasi. Aku perlu dijatuhkan hingga aku menangis dan kapok untuk mengulangi kesalahan lagi. Tapi biarkan aku mengurus diriku sendiri hari ini, aku ingin menikmati sisa hidup sebelum esoknya aku akan menghadapi tantangan baru dalam organisasi.

Jangan sungkan untuk menegurku dan menanyakan kabarku tentang amanah itu.

Bismillahirrahmanirrahim. Go!

Tagged , ,

2 thoughts on “Pagi tadi dan malam ini, 20 Maret 2009

  1. ladysherry says:

    wahh keren banget dong itu buku…mw dong ras
    judulnya apa yaa?

    terkadang kita emang butuh motivasi dan semangat dari luar diri sendiri…mungkin udah saatnya move on ras😉

  2. meongijo says:

    pinjem aku aja nad. cinta tak pernah tepat waktu judulnya.

    ga terlalu rame sih, tapi cukup bikin terhanyut. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: