Lagi, tapi ini murni gara-gara kupingku

Kelas Elektronika Industri 1, menunggu dosen yang belum masuk.

Anak-anak pada panik karena belum upload softcopy foto buat praktikum RL, batas waktunya cuma tinggal 3 jam lagi. Walhasil kelas jadi bertaburan dengan photo booth dadakan. Awalnya Rinka yang membuka photo booth dengan latar belakang kemeja abu-abunya Gradi, plus kamera dari Black Berry punya Nisa supaya bisa langsung di upload.

Belakangan, permintaan akan photo booth dengan Black Berry meningkat. Black Berry riris juga dipinjem Odi buat foto…

Odi, “Ini bisa ditouch kan ris?” tanya Odi sambil nunjuk black berry riris.
“Bisa-bisa…”

Tapi seinget aku, black berrynya riris ga touch screen. black berry mana yang touch screen??

“Hah? black berrynya riris touchscreen? Kok waktu itu aku pencet ga bis?” protesku.

“Hah?”
“Heh?” orang-orang yang dengerin omonganku juga bingung…

“Iya, dari dulu ampe sekarang black berrynya riris ga touch screen kan?”

Septine akhirnya menangkap maksudku, “Tadi Odi bilangnya diattach ras, bukan touch…”

Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: