sampah tidur

*kali-kali nulis pake bahasa indonesia lagi aah*

Yak aku mau cerita soal siklus tidurku akhir-akhir ini di Jepang. Kalau di Indonesia, jam tidur itu sungguh tak menentu. Kadang jam 10. Kadang jam 12. Kadang jam 4 saking baru pulang ngerjain tugas dari rumah Atis. Kadang pula tak tidur.

Makanya, jam tidurku yang pasti itu ya pas jam kuliah. Memang ga ada lagu lullaby yang lebih efektif daripada kuliahnya dosen… dan aku tak mengenal sikon si dosen… sepanjang aku di depan selama ini belum pernah ada yang negur aku gara-gara tidur di kelas. hahahahahaha *nyombong*

Di sini… berhubung beda sama Indonesia 2 jam, aku tidur paling cepet tuh jam 1.  Yah itung-itung di Indonesia baru jam 11 kan…. tapi sebenernya itu gara-gara skypean dulu sama Yozzi atau Ibu. Tapi sekarang mau skype mau chatting tetep aja tidur jam 1. Sudah jadi jam biologis nampaknya. Nah si teman sekamarku, Fafa, biasanya tidur lebih cepet.

Nah, dulu nih pertama banget datang.. aku bangun jam 7, sesuai jam bangunku di Indonesia yaitu jam 5. Sekarang, bangun jam 8 kalau ada kuliah. Mandi sejam *hehe*, sarapan kalau sempat, jam 9.30 udah harus cabut ke kampus. Nah kalau ga ada kuliah, seperti hari ini, aku bisa bangun jam 10 atau jam 12. Yang pasti sih jam 10, soalnya jam 10 Fafa pergi dan pamit di depan kamarku, jadi pasti bangun tapi tidur lagi… hehe…

Oiya, aku ga tidur di kelas lo selama ini di TIT, HORE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Padahal di TI ITB, aku lebih terkenal gara-gara tidurnya daripada prestasinya. Hehehehe…

Tapi kalau merem melek gara-gara ngantuk sih tetep, hehehe.. kemaren ampe diketawain ama cowok-cowok sekelas pas ada kuliah tamu di kuliah Strategic Innovation *kata Tang Tang*.

Hoh, sekarang aku punya kebiasaan baru sebelum tidur. Yaitu, MEMBACA!

Aku punya banyak tugas baca dan entah kenapa semua tugasku pasti involve melibatkan membaca.

Nah aku ga bisa baca di kereta, soalnya suka ada pemandangan menarik. Entah itu cewek yang lagi pake penjepit bulu mata di kereta, boots-boots lucu, cowok dengan kupluk-kaus kaki-t-shirt-stocking-motif loreng-loreng, bangunan-bangunan, atau biasanya sih tidur lagi. Jadi aku mesti memanfaatkan waktu yang biasanya aku pakai buat bengong, yaitu sebelum tidur. Daripada aku ngitung kambing kucing ampe udah ga bisa dibedain lagi mana ekor mana kaki, mending baca kan🙂

Sialnya, ternyata membaca itu sungguh efektif sebagai pengantar tidur. Biasanya baru baca 1 paragraf, bukunya udah terjatuh dari tangan, nafas mulai melambat, lalu denyut jantung menghilang, panggil ambulance! Eh salah… maksudnya udah keburu tidur.

So what’s the point of this post, anyway? Jadi titiknya ada di jalan apa aja pos ini?

Nah sesuai judulnyam “Nyampah”, this post has nothing to do with dots, points, circles, cubicles, abstractism, or even Pablo Picasso!

Cheerznyaw😀

2 thoughts on “sampah tidur

  1. meriororen says:

    =)
    we call Tokodai “Titech” here laras, haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: