12 C of New Wave Marketing

Apa yang Pak Hermawan bilang dengan marketing 3.0 itu belum pada cakupan artikel ini. Marketing 3.0, marketing kejujuran based on SQ, will be his next book published this year — if I’m not misheard if him.

To answer Isa’s statement here, why honesty? Menurutku, dengan web 2.0 sekarang informasi mudah didapat, dan cenderung menjadi information saturated. Terlalu banyak informasi yang masuk sehingga kita sekarang sudah tidak bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah. Konsep positioning termasuk salah satu yang mendukung terjadinya informasi yang belum tentu benar ini. Yang rugi adalah konsumen. Begitu mereka berhasil membuktikan bahwa produk/jasa yang mereka gunakan ternyata tidak sesuai dengan positioningnya, mereka bisa beralih dan kali ini yang rugi adalah company.

Pak Hermawan bilang, marketing 3.0 adalah lanjutan dari marketing 2.0 (New Wave Marketing), karena salah satu trigger yang membuat information saturation itu terjadi ya karena adanya horizontalisasi dimana-mana. Review terhadap produk bisa kita dapatkan dengan hanya googling. Belum lagi iklan-iklan yang banjir di segala media. Jadi, kejujuran dari company diharapkan bisa merefine informasi-informasi yang beredar tersebut (btw ini salah satu konsep clarifying di New Wave Marketing).

Sebagai gambaran marketing 3.0, mungkin bisa baca buku Syariah Marketing yang ditulis Hermawan Kartajaya juga. Saya rasa basic 3.0 dari situ.

Commonly used marketing model disebut dengan Legacy Marketing yang dikoinkan oleh Hermawan Kartajaya. Akan tetapi dengan adanya technology driven change, dari one to many ke many to many, terjadi perubahan dalam model marketing Hermawan Kartajaya. Model baru ini disebut dengan New Wave Marketing. Atau istilah awamnya, dari vertical marketing ke horizontal marketing. Masih susah mengerti? Bayangkan berita di stasiun TV dengan Twitter.

Berita dari stasiun TV bersifat satu arah, di mana penonton adalah receiver. Sedangkan Twitter, everyone could be a broadcaster, and every broadcaster could be receiver. Akhir-akhir ini Twitter malah bekerja lebih cepat dibandingkan berita dari stasiun TV (contohnya lihat artikel saya “Horizontalisasi Berita Gempa” di sini).

Adanya New Wave Marketing bukan serta merta kita meninggalkan Legacy Marketing. Tetap pertahankan Legacy Marketing sebagai framework marketing kita, tetapi mari kita rubah cara yang vertikal menjadi horizontal. New Wave Marketing lebih cocok untuk perusahaan kecil yang tidak mampu menggelontorkan budget besar untuk high impact marketing seperti TV advertisement atau brand activation event. Tapi perusahaan besar pun juga bisa menerapkan model New Wave Marketing ini (MTV, Harley Davidson, adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dijadikan contoh dalam buku New Wave Marketing).

  • Communitization
    • Terbentuknya suatu komunitas secara horizontal (dilakukan oleh orang yang setara, bukan oleh perusahaan)
    • Terdapat kesamaan interest atau values antar anggota komunitas
    • Apa yang harus dilakukan perusahaan? IDENTIFY THOSE COMMUNITIES or PIONEERING THE COMMUNITY
    • Value of community
      • Sarnoff’s law

Value dari suatu broadcast sebanding dengan jumlah penontonnya. Jika jumlah audience = n, maka value = n

Contoh : siaran radio atau televisi. Tidak ada interaksi antar pemirsa.

      • Metcalfe’s network law

Nilai dari suatu komunitas akan proporsional dengan kuadrat dari jumlah anggota komunitas tersebut. Value = n2

Contoh : mengirim email dalam milis. Terjadi interaksi antar anggota milis yang membalas email.

      • Reed’s law

Memanfaatkan jaringan antar komunitas dapat secara eksponensial meningkatkan nilai jaringan tesebut. Value = 2n

Contoh : penyebaran informasi dalam lebih dari satu komunitas yang berbeda karena adanya informasi yang diteruskan oleh anggota suatu komunitas ke komunitasnya yang lain.

    • How to communitize?
      • Listening
      • Talking
      • Energizing
      • Helping
  • Confirming
    • Mengconfirm komunitas yang akan dijoin
    • Komunitas akan memberi keputusan apakah anggota baru dapat diterima atau tidak
    • Criteria
      • Relevance : relasi atau kesamaan interest / values antara perusahaan dan komunitas

Jenis relevansi (online) :

        • Intelelectual relevance : keterkaitan berdasarkan ekspertise
        • Emotional relevance : keterkaitan berdasarkan perjalanan hidup antar anggotanya
        • Spiritual relevance : keterkaitan dalam membentuk kehidupan lain
      • Active level : tingkat keaktifan komunitas tersebut
      • Number of community network : berapa banyak jaringan yang dimiliki atau yang potensial bisa terjadi antara suatu komunitas dengan komunitas lainnya.
  • Clarifying
    • Memperjelas persona atau karakter perusahaan kepada komunitas yang telah diconfirm sebelumnya
    • Karakter sebuah brand harus diclarify dalam benak konsumen
    • Persepsi yang diinginkan dalam benak pelanggan harus didukung dengan fakta, bukan dengan slogan belaka
    • Clarifying merupakan upaya yang lebih tajam dan sifatnya yang kontinu jika dibandingkan dengan positioning. Positioning bisa berubah sepanjang waktu karena adanya pengaruh dari berbagai pihak, oleh karena itu harus dilakukan clarifying.
  • Coding
    • Mendiferensiasikan merek sampai ke tingkat “DNA”, atau membuat produk sepersonal mungkin sesuai dengan pelanggannya
    • Contoh : myDNA fragrance àsetiap pelanggan akan mendapatkan wangi parfum sesuai dengan DNA nya. Tidak akan ada wangi parfum yang sama antar satu pelanggan.
    • Contoh : KFC recipe à DNA dari KFC yang mampu membuatnya berbeda dari another chicken fast food restaurant

Biasanya orang hanya tahu marketing hanya sedangkal “menjual produk” dengan kerangka 4P, yaitu menjual product dengan price menarik, dengan akses yang mencakup place (saluran distribusi) dan promotion (bagaimana cara mengomunikasikannya). Di New Wave Marketing, kita harus memanfaatkan crowd yang ada untuk menciptakan produk, harga, mengaktifkan komunitas sebagai saluran distribusi, bahkan membantu memasarkan dan mengomunikasikan produk tersebut. Dan ingat, marketing bukan hanya selling. Selling hanyalah satu bagian kecil dari 9 elements of Marketing.

  • Co creation
    • Produk yang dinamis, interaktif, berasal dari multi sumber
    • Pelanggan terlibat dalam proses pembuatan produk (bisa jadi tercipta produk yang berbeda antar konsumen dengan apa yang ditawarkan produsen), pemisahan komponen suatu produk dari berbagai distributor, pengembangan produk dari komunitas pelanggannya.

  • Currency
    • Harga produk dari co-creation yang fleksibel, bukan suatu harga yang tetap tergantung berbagai faktor
    • Pelanggan juga memiliki kekuatan untuk menentukan seberapa besar nilai yang harus dibayarnya untuk sebuah co-creation

  • Communal activation
    • Mengaktifkan sebuah komunitas lewat para pemimpin atau aktivis komunitas itu. Orang-orang tersebut adalah orang yang mmapu memasarkan co-creation kepada para anggota komunitas lainnya.
    • Aktivis tersebut bisa berbicara dengan bahasa komunitas tersebut sehingga akan lebih efektif dan efisien dan lebih dipercaya oleh komunitas daripada peritel. Aktivis juga memahami anxiety dan desire yang ada dalam komunitas sehingga biaya untuk mengelola para aktivis relative kecil.
    • Perusahaan sulit dianggap netral/tidak punya kepentingan ketika melakukan communitization. Oleh karena itu perusahaan harus bisa meng-engage para aktivis komunitas ini sehingga bisa menjadi “kepanjangan tangan pertama” bagi perusahaan
  • Conversation
    • Promosi yang bersifat dua arah, peer to peer, dan many to many.
    • Terjadi diskusi antara dua pihak yang setara.
    • Perusahaan harus bisa memancing timbulnya conversation lebih lanjut di antara pelanggan : Demonstrating, involving, empowering
    • Perusahaan bisa berperan sebagai inisiator dan mengawasi jalannya conversation agar tidak chaos
  • Commercialization
    • Penjualan yang bersifat dua arah, terjadi pertukaran value antara perusahaan dan pelanggan. Perusahaan harus berupaya melakukan engagement dengan pelanggan sebagai pihak yang setara. Usahakan terjadi relasi jangka panjang yang berkesinambungan.

Market share sudah didapat. Tapi apakah kita sudah bisa mendapatkan hati pelanggan?

To win a heart share, do:  character, caring, collaboration

  • Character
    • Walaupun kemasannya berganti-ganti, tetapi merek tetap bisa dikenali lewat character karena mengandung DNA yang khas
    • Melibatkan pelanggan untuk membangun karakternya
  • Caring
    • Memberikan lebih dari sekedar service, memperhatikan pelanggan sepenuh hati
    • Keyword : hospital service not hospitality service mind set. Treat the customer as if he/she is a patient in a hospital that could lose his/her life if we don’t give a proper service.
  • Collaboration
    • Berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk memberikan value kepada pelanggan sehingga lebih kompetitif
    • Bukan kepemilikan terhadap sumber daya, tetapi akses terhadap sumber daya
Tagged , , ,

15 thoughts on “12 C of New Wave Marketing

  1. isa says:

    wah ini dia “honmono”..

  2. chemieingenieur says:

    two thumbs up untuk resume nya ras🙂
    >hospital service not hospitality service mind set.
    I like this part.
    Punya bukunya ya ras? Keknya biar ga ketinggalan jaman sy jg perlu buka-buka nih….Onegaishimasu ne🙂

  3. chemieingenieur says:

    Oh,ya satu lagi… Keknya semua C di sini applicable sekalipun kita bkn orang marketing,yak…Apalagi 3C yg terakhir, “To win a heart share, do: character, caring, collaboration”

    That’s what exactly what I’m doing to win friends and influence other…(even it’s not fully working though🙂 )

    *Just myCeloteh😀

    • meongijo says:

      wahhhhh bahar ternyata… hahaha…

      betul.. memang pak hermawan ini jago me-“simplify” kan semuanya. bahkan 12 C ini applicable buat personal lo. Istilah kerennya personal branding, bisa dibangun lewat 12 C ini juga.

      ga punya Bahar, ini aku minjem punya temen sebelum pergi kesini udah gitu udah dibalikin. Beli softcopynya aja rasa2 nya ada di Amazon.. atau coba cari edisi bahasa inggrisnya mungkin udah terbit. Mungkin😛

  4. Tsdipura says:

    Hmm..tentang marketing.3.o pernah baca bukunya beliau terkait Aa Gym gak ? sy lupa judul detailnya juga, dulu pinjem dari temen yang memang kuliah manajemen di STMB Telkom. Di situ dituliskan ten credos of ’emphatic marketing atau seperti itu bunyinya yang menurut beliau diterapkan dalam kegiatan ekonomi Daarut Tauhid. Kayanya juga menjadi dasar dari marketing.3.0 atau marketing dengan kejujuran ini. Sy sempat juga tulis note terkait 10 credo itu, wahh..tp catatannya tertinggal di indonesia nih. Punya ??

  5. meongijo says:

    Hmm belum pernah baca tapi kayaknya pernah lihat bukunya. Yang covernya warna hitam, ada foto Aa Gym dishade biru bukan?

  6. rvdirza says:

    waduh, tak ngerti awak..
    heuheu.. mantaplah.. kelihatannya keren..
    ntar cari2 info ah..
    trus, langsung aplikasi yuk.. hehe..

  7. anaosa says:

    alhamdulillaaah akhirnya menemukan pencerahan.. terima kasih atas share nya🙂

  8. arif says:

    Just found, referensi yang cocok untuk lebih mendalami New Wave Marketing, terutama pada aspek conversation: “Join the Conversation” di http://de.tk/xU7Fm

  9. Indah Aprilina says:

    keren amat si ni orang…
    bagi-bagi ilmu dong….
    hehehe..

  10. amry says:

    mbak,..thank’s banget nih,….
    kebetulan ane dapet tugas new wave marketing

  11. raney says:

    ikutan copy yaaa..
    buat tugas kuliah nih.. hehe

    mkasii yaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: