Akhirnya ketemu Hermawan Kartajaya!

Luar biasa!

Akhirnya setelah ga kesampean liat duet Hermawan Kartajaya vs. Philip Kotler di Indonesia (Mark Plus Conference 2009) waktu bulan Mei 2009, hari ini aku bisa ketemu Hermawan Kartajaya… LIVE di KBRI gratis pula! Waktu itu ga ikut, karena kalau mau ikut bayarnya 6 juta😦 Kalau gabung jadi MarkPlus member, bisa gratis tapi biaya keanggotaannya juga 5 juta buat satu tahun (tapi kalau udah jadi anggota, bias gratis ikut semua seminarnya sih… atau ada special fee). Sebenarnya waktu itu udah hampir daftar jadi anggota, tapi kalau ingat-ingat waktu itu aku ada kemungkinan ke Jepang, kan rugi tuh dari bulan September – April tahun ini ga bisa ikut seminarnya, jadi ya ga jadi daftar.

Yah memang semua ada jalannya and I have to be grateful for that. Ternyata beneran aku keterima YSEP ke Tokodai dan ternyata lagi malah bisa ketemu Hermawan Kartajaya di sini. Dari bukunya aku mengira beliau orang yang sangaaaaat jago bahasa inggris, soalnya dia mengoinkan istilah-istilah di New Wave Marketingnya dengan huruf C untuk huruf pertama semua 12 istilahnya (baca di sini). Ternyata tadi pas ngomong, oalaaaa medok ‘e ora ketulungan. Bener-bener wong Suroboyo.

Btw, Hermawan Kertajaya itu marketing guru Indonesia, ketua perkumpulan marketing Asia (lupa nama organisasinya), dan seabrek prestasi lainnya. Katanya tadi (baru tahu aku), dia ga lulus S1 ITS jurusan teknik. Gak punya PhD tapi sekarang listed sebagai satu-satunya orang Asia di papan Marketing Gurus, dengan Philip Kotler (of course, he’s the founder of Marketing!) dan Al Ries. “Orang Singapura sama Malaysia aja ga ada kan? Hehe…” guyonnya.

Dari seminar tadi aku juga jadi tahu kenapa dia bisa membuat aku sangat suka sama Marketing sejak lulus SMA. Soalnya buku-buku yang dia tulis semuanya mudah dibaca. Dulu aku baca buku pertamanya, bukan Marketing in Venus (marketing untuk cewek-cewek), sorry, tapi Segitiga Positioning-Differentiation-Brand minjem dari perpustakaannya kantor ibuku. Ternyata dia memang sengaja membuat buku yang mudah dibaca, dia bilang “I simplify marketing,” dengan logat kental Surabayanya.  Itu salah satu poin diferensiasinya, selain logat jawanya yang terbawa-bawa saat ngomong Bahasa Inggris (snob dilafalkan se-nob dengan b qalqalah qubro… sumpah aku ngakak dengernya… hahaha).

Bayangin aja, buku maha guru Philip Kotler yang edisi Indonesianya sampai dibikin 2 jilid, lebih dari 400 halaman kira-kira seukuran A4, oleh Pak Hermawan dibuat buku setebal 200 halaman seukuran B5 dengan tulisan segede bagong. I mean it! Buku yang barusan aku sebut, kadang-kadang 2 halaman penuh Cuma ditulis 1 kalimat yang benar-benar di emphasize. Fontnya kadang besar kadang kecil dalam 1 paragraf. Bahasanya luar biasa simple. Gaya buku seperti ini kemudian diikuti juga oleh penerusnya, Yuswohady, dalam bukunya Crowd (recommended reading, daripada kayak aku baca Crowdsourcing dan Wisdom of Crowds… lieur!).

Sampai sekarang aku masih inget banget buku itu, soalnya buku itu yang mengajarkan aku basic marketing sampai suka banget sama marketing sampai sekarang. Aku baca buku itu pas liburan tahun 2006, lulus SMA menuju kuliah. Waktu kuliah tingkat 3, aku pernah seat in kuliah Manajemen Pemasaran. Dari seat in itu, bukannya sombong😛, aku memutuskan untuk tidak mengambil kuliahnya karena semuanya sudah aku dapat dari buku Positioning-Differentiation-Brand itu (lagipula dosen waliku bilang untuk jangan mengambil kuliah manajemen yang identik bisa dipelajari sendiri, and I think he got the point).

Pak Hermawan Kartajaya ini katolik, bukan bermaksud rasis. Tapi di bukunya, Syariah Marketing, dia memaparkan marketing ala Nabi Muhammad alias marketing dengan kejujuran, dengan SQ. Dia mengambil prinsip-prinsip Islam untuk menulis konsep Marketing syariah itu. Hebatnya, buku itu ga Cuma untuk hal-hal dan produk-produk berbau Islam. Dia menyatakan dan aku juga sangat yakin bahwa konsep syariah marketing ini juga bisa diterapkan di bisnis apapun… mmm ya asal benar diterapkannya aja sih.

Tulisannya bisa dilihat di kolom marketing Kompas setiap hari (itu jadi salah satu alasan aku ganti menjadi langganan Kompas padahal telah sejak lahir setia dengan Pikiran Rakyat). Ga puas dengan tulisannya yang setiap hari di Kompas, aku beli juga buku kumpulan artikelnya. Buku itu termasuk buku trading book paling mahal yang pernah kubeli selain Harry Potter, dan sampai sekarang belum selesai karena luar biasa banyaknya dan sibuk juga (sekarang malah ditinggal di Indonesia. Tau ada Hermawan Kartajaya di Tokyo tadi, aku bawa dan minta book signing deh, hehehe)…

Buku terakhir yang aku baca adalah New Wave Marketing, minjem punya Radix. Kebetulan dia TA tentang itu dan karena malas menulis dasar teori, aku rangkumin. Kebetulan sekali rangkumannya masih ada filenya di laptop tersayang, jadi bisa menjadi pelengkap apa yang ditulis Isa di blognya, berhubung apa yang tadi Pak Hermawan jelaskan lebih ke konsep New Wave Marketing. Lihat di sini.

Selamat bermarketing ria!

Tagged , ,

One thought on “Akhirnya ketemu Hermawan Kartajaya!

  1. dealer pulsa says:

    aku jadi tertarik dengan Syariah Marketing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: