Post-break syndrome

Aku nemuin micro video di You tube judulnya Love Bites (yang disponsori oleh Sunsilk juga nampaknya). Ceritanya tentang sepasang muda-mudi Amerika yang menjalani hubungan mulai dari kenalan, one night stand, pacaran, sharing apartment, sampai tinggal bersama. Despite that it’s contradict with Eastern culture, aku mau menggaris bawahi kekocakan serial ini terletak pada karakter masing-masing pasangan tersebut. Si cewek, Katie, benar-benar tipikal seorang cewek yang selalu menggunakan perasaan, bisa gonta-ganti mood dalam waktu singkat, doyan dandan, cerewet, dsb. Cowoknya, Max, benar-benar logis, dan bisa bertekuk lutut sama apapun perintah Katie yang ga masuk akal karena he’s a man in love.

Ada satu episode yang ceritanya Katie sibuk dan sangat bingung mau milih baju apa untuk datang ke pesta (dan tentu saja Max bilang “Udah pake apapun bagus kok”). Dia pengen terlihat “Fabulous”.

“And also smart, successful, and incredibly happy with my current life.”

Ternyata itu semua untuk nunjukin ke mantannya yang kebetulan bakalan datang juga ke pesta itu bahwa she’s the winner.

So, omong-omong soal mantan…
Buat cewek, ketemu mantan bisa jadi hari paling buruk sedunia. Apalagi kalau pada titik itu bertemu, cewek keliatan kucel banget dan tidak bahagia, si cewek pasti berpikiran “Oh no, I’m the loser!” (tapi aku have no idea kalo komentar cowoknya bagaimana).

Aku juga pernah ketemu sama mantan lagi jalan sama pacar barunya sementara aku sendirian (waktu itu Yozzi lagi ke Jakarta). Walaupun hidupku sangat bahagia sekarang, satu momen ketemu sesaat itu bener-bener bikin aku emosi. Soalnya aku keliatan kalah di depan dia (cuma gara-gara dia punya gandengan sementara aku sendiri, at the moment)!! Kalau someday aku dikasih kesempatan lagi buat ketemu sama dia, aku mau nunjukin bahwa hidupku sangaaaaaaat bahagia tanpa dia sekarang, terlihat lebih oke dari pasangannya (dan membuat dia menyesal telah putus denganku), dan punya pasangan yang jauuuh lebih oke dibandingin dia (ya ga Yoz? haha).

Tapi pernah juga suatu hari aku sama Yozzi lagi jalan di sebuah mall di Bandung, dari kejauhan terlihat si mantan sedang jalan bersama seluruh keluarganya. Aku langsung ngajak Yozzi nyumput (sementara Yozzi sendiri pengen show off), dengan alasan aku udah kenal banget sama keluarga si mantan. Irasional? Entahlah.. haha…

Anyway, memang gitu kali ya cara berpikir cewek?

Aku juga suka mendengar cerita teman-teman cewekku yang punya “ex problem”. Terlepas dari kenapa putusnya, tapi rata-rata masih suka diam-diam memperhatikan sang mantan (apalagi jaman sekarang ada facebook, ada twitter, ada ym, ada uah macem-macem). Dan ketika sang mantan tiba-tiba sudah mempunyai gandengan lagi sementara kita belum, gondoknya pasti setengah mati. Kenapa begitu? Aku ga tau ini rasional atau ga, tapi menurut logika cewek ya begini:

– kita udah saling sayang selama sekian lama, kok kamu bisa-bisanya sih secepat ini sayang-sayangan sama orang lain?

– setidaknya tunjukin kek kalo kamu sedih karena kita berpisah

Kabar baik atau entah kabar buruknya, fase dimana cewek masih merasa hal seperti itu bervariasi terhadap waktu. Means, ada yang cepat mengovercome dan ada yang lama. Aku sendiri butuh sekitar lebih dari 8 bulan buat ngilangin rasa iseng pengen tau keadaan mantan. Sampai emosi kayak begitu belum ilang, ketika aku dan mantan ada kesempatan buat ngobrol berdua, yang kuobrolin pasti tentang, “Hey, kenapa sih kita putus?” dan ujung-ujungnya berantem (yeah, cowok selalu berpikiran “Kita udah ga ada apa-apa lagi, bo! Buat apa sih bahas-bahas lagi?”). Dan yang paling kubenci adalah, it makes me even worse, I was the loser because I still can’t get over him, while he has finally overcome me.

Lucunya, hal yang sama terjadi pada seorang teman (well, mungkin ternyata semua cewek sama?). Kebetulan kami memang sama-sama diputusin dan nampaknya karena memang ada faktor orang ke-3. Suatu hari tiba-tiba temanku ini punya kesempatan buat ngobrol di ym sama mantannya, dan yang terjadi adalah temanku ini membahas “Hey, kenapa sih kita putus?” dan ujungnya berantem juga.

Kalau dulu ada tips soal melupakan mantan salah satunya adalah “SHUT ALL MEANS OF COMMUNICATION WITH HIM” — itu aku ga percaya, sekarang jadi setuju. Yes I think we have to do that, supaya ga keingat-ingat lagi. Gak gatel pengen cari tahu dan diberitahu (salah satu alasan kenapa aku sangat positif untuk ke Jepang adalah supaya bisa jauh dari mantan, eh ternyata jadinya jauh dari mantan jauh dari pacar juga.. hahaha).

Tapi, walaupun semua kontakku sama mantan udah ga ada, perasaanku sebagai cewek ga bisa bohong, kalau someday aku udah sukses aku mau nunjukin ke mantan kalau, “Look, now I’m happier and better without you” cuma untuk mengklaim bahwa, in the end, the winner is still me.

Funny how a woman’s logic works, huh?

Tagged , , ,

8 thoughts on “Post-break syndrome

  1. [Gm] says:

    ini ‘ woman’s logic’ atau pola pikir kompetitif ya? karena walau ‘barangnya’ beda, tapi pria ada juga yang mikir ‘begini’.

    Kembali ke masalah pacar, menurutku pribadi, agak aneh kalo masih harus ada pemenang dan yang kalah. Kalo putusnya secara baik-baik, bukankah artinya kedua belah pihak sudah setuju bahwa perpisahan adalah hal yang terbaik bagi semuanya? jadi wajar saja kalau semuanya bahagia and ‘get on with their lifes’?

    Apakah itu karena belum ada ‘closure’? *merujuk pada Rachel dan Ross di FRIENDS hehehehe…

  2. batari says:

    Betul ras, tips melupakan mantan paling manjur : memutuskan semua hubungan. Hapus twitter. Hapus YM. Hahahaha. Aduh kita iniiii wanitaaa….

  3. isa says:

    *eating popcorn*
    hmmm… naru hodo..

  4. dita says:

    hahahahaha… shutting all means of communication i think it’s a childish thing to do. but, buat pertolongan pertama pada kejadian diputusin emang ini lumayan manjur beberapa saat.
    hmm.. ujung2nya sih yg bikin aku bisa “get over him” itu ya dengan menjadi rasional. tapi eh kok jadinya sekarang malah terlalu rasional (untuk ukuran cw), huehehe…

    oya, yg kejadian di mall ma yozzi itu, aku setuju ma yozzi! harusnya km showoff ajaaaa!!!!😛 dan ga perlu ngerasa kalah, because it’s all just a matter of time😉

  5. rvdirza says:

    IC.. IC.. IC..
    aduh saya ingin tertawa, tapi nanti dibilang gak empati *mm…
    awalilah dengan senyuman, dan akhirilah dengan senyuman..

    tp, terserah ding.. kalau dengan begitu anda puas, silahkan saja lah.. =D
    butuh alat mutilasi?? *hiyaa.. =D

    btw, ada sisi positifnya nih, at least jadi “motivasi” yah?.. =)

  6. chemieingenieur says:

    woww…. eating popcorn too🙂
    Ternyata gitu toh, pikiran perempuan…naruhodo ne..

    *One never-grown-up-peter-pan here

  7. tadzha says:

    nice…. trim 4 shared

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: