Ga Tau Ini Sampah Apa Bukan

drafted: September 1st, 2009

Oke, ini bukan barang baru. Model marketing Hermawan Kertajaya ini udah “diangin-anginkan” dari tahun 2008. Baru sekarang aku kesampean baca salah satu buku beliau tentang model tersebut, minjem Radix pula… Hahaha.. dengan bayaran ngerangkumin tu buku buat TA dia.

Aku ga akan bicara bla bla modelnya tentang apa. Aku mau cerita soal Facebook yang membantu implementasi new wave marketing tersebut.

Nyadar kan sekarang banyak banget yang promosi lewat FB, jualan ataupun publikasi acara misalnya, semuanya pake FB sebagai salah satu atau satu-satunya tonggak marketing. Aku sebagai entrepreneur misalnya, merasa tidak masalah, karena menggunakan FB adalah salah satu metode high impact-low budget marketing.

Tapi aku sebagai orang Indonesia, miris aja.

Kenapa yang kebagian hoki tuh FB? Kenapa bukan FS? Oke, kalo FS aku berani bilang — hey you’re so old fashioned compared to FB. Tapi bayangkan kalau FB adalah situs punya orang Indonesia, bayangkan triliunan rupiah yang mengalir karenanya, masuk ke kantong wong Indonesia.

Tapi karena faktanya tidak demikian… ya aku cuma berani koar-koar di sini aja deh. Intinya kenapa situs jaringan pertemanan ala Indonesia ga pernah sukses. Selalu sukses yang punya luar negeri.

Apa kita harus bikin situs yang isinya bahasa inggris semua biar ngerti?

Mungkin itu faktor sekian persen kecilnya, tapi key success factornya FB, yaitu INOVASI pada produknya (merasa bahwa FB lebih interaktif?), kita yang ga punya.. emm mungkin. Setahu aku ada situs jaringan sosial juga, macam FB buatan Indonesia, dikemas dalam format 3D kayak the Sims pula, namanya LYLO. Tapi berapa banyak orang yang tahu? Apalagi orang yang pakai? Padahal itu buatan sini asli.

Sama sensitivity, mungkin kita ga punya? Sensitivity terhadap (hidden) needs, wants, issue… Kita cenderung stagnan, reaktif, follower dan bahkan copier.

Jadi bagaimana?

Indonesia kurang orang yang visioner. Aji mumpung semua. Oh ada kali ya yang visioner tapi yaaaa balik lagi, aji mumpung deh.. Bodo amat di masa depan gimana.

Buang sampah aja sembarangan.

Ah telat dikit gapapa.

Aduh lupa ga ngerjain PR, nyontek ah.

Wow duit MTI masih sekian, pake aja ampe abis, nanti kan bisa dicari lagi.

Masih ada sehari lagi buat deadline, hari ini nonton dulu boleh dong.

Waaah makasih atas uang tanda terima kasih nya.

Mumpung dibayarin kantor, makan aja sepuasnya.

Yah aku ga mau sebut lebih banyak lagi. Pasti sadar sendiri lah yaaa… (dan aku dengan sangat sadar tertohok oleh kata-kataku sendiri).

Kita semua kadang ga berpikir panjang. Kita kadang berpikir panjang tetapi ga sadar konsekuensinya. Kita sadar konsekuensinya tapi kadang setan emang lagi lewat terus kesambet deh.

Lagi-lagi dan ga bosen-bosennya aku bilang, kita butuh orang yang visioner!

Bukan peramal yang tahu masa depan tapi orang yang tahu apa yang akan mereka lakukan di masa depan (bisa memprediksi baik secara ilmiah maupun sensing buatku adalah sebuah kelebihan). Orang yang tahu konsekuensi. Orang yang benar-benar sadar implikasi dan efeknya. Contohnya kamu ga akan bunuh orang kalau tahu dosanya, kalau tahu perasaan keluarga yang ditinggalkannya, kalau tahu sikap orang terhadap kamu.

Bukan aku nyuruh kalian semua ambil mata kuliah Berpikir Visioner di TI…

Daripada santai-santai mendingan coba pikir, apa yang akan terjadi dengan dunia 5 tahun mendatang? Di mana kamu 5 tahun mendatang? Apa yang lagi kamu perbuat 5 tahun mendatang? Yah contohnya seperti itu… Mau lengkap ya silahkan tambah komponen 5W1H lainnya.

Ah ngalor ngidul.. hehe… Melenceng mana-mana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: