Jangan ngomong sama orang Iran, Kiri Brother (Bang)!

Aku, Ipul, Rozzhin dan Milad dari Iran, Antti (Finland), Kanang (Thailand), sama Alex (Jerman) pergi ke Japan Open Air Folk House Museum. Di perjalanan pulang, Alex cerita waktu dia sama Antti ke Thailand, di dalam angkotny ada tali yang mengelingi bagian dalam mobil dan terhubung ke bel di dekat supirnya. Jadi kalau mau turun, tinggal goyang-goyangin tali di deket kita.

Terus aku tanya, “Kalian tau ga kalau naik angkutan umum di Indonesia, caranya gimana kalau mau turun?”

Bilang, ‘Kiri-kiri’. Begitu…”

Alex menyahut, “Kalau di Jerman, kiri itu nama jenis keju.”

Lalu Antti menanggapi juga, dengan sangat panjang karena Kiri itu adalah salah satu istilah di Ski. Aku juga kurang nangkep artinya apa, tapi sepertinya ketika Kiri di bahasa Finnish adalah aktivitas yang dilakukan pe-ski ketika berada di sekian ratus meter terakhir dari finish. Kalau kata Alex sih, sprint.

Aku lupa deh apakah Kanang ikut menjelaskan juga apa arti kiri dalam bahasa Thai. Kayaknya iya, tapi lupa hehe…

Terus Milad bilang, “Kalau di Iran, artinya buruk…” dan dia tertawa-tawa dengan Rozhin, sambil debat apakah itu beneran buruk atau tidak.

“Emangnya apa sih?”

Akhirnya Rozhin ngebisikin aku.

“Dick.”

Tagged , , , ,

12 thoughts on “Jangan ngomong sama orang Iran, Kiri Brother (Bang)!

  1. isa says:

    llaraaasss laras…

    dasar lw, rem dong rem😀

  2. isa says:

    btw, temen gw dari usa namanya Kiri McLaughlin

    kiri = 霧 = mist

  3. [Gm] says:

    Bwahahahaha… :D…

    Aku jadi tertarik sama mekanisme tali plus bel pada angkot di Thailand… pengen tahu bagaimana si supir membedakan antara bel akibat goyangan tali oleh penumpang dan bel akibat goyangan si mobil yang sedang melaju.😀

    Nice info, thanks.

    • meongijo says:

      mungkin suaranya beda mas goy…

      kalau karena goyangan mobil bunyinya ‘rusak rusak’
      kalau karena ada penumpang yang mau turun bunyinya ‘turun turun’..

      *koproll ke thailand*

  4. Risiana says:

    hahaha,menarik…
    di Indonesia sendiri jg beda daerah beda cara ngomong ke supirnya kalo mau turun. ada jg yg pencet saklar trus ada lampu kecil di depan supir yg akan nyala kalo saklarnya dipencet. ada jg yg ngomong “pinggir Bang!” :))
    ada jg yg ngetuk2 dinding mobil (bus).hehe…

  5. fakhria says:

    Kalo di bandung kan “payeun bang payeun..”
    dan aku yang dari ngawi harus connect lama gara2 ga ngerti, kirain supirnya jualan payung
    @.@

  6. nadiafriza says:

    yaa ga mungkin juga ada supir angkot di indonesia yang orang iran kan ras hehe

  7. anggita puspita sari says:

    sifatnya kayak gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: