YSEP, Sotsuron, Lab, Sensei

Omong-omong soal YSEP, Sotsuron, Lab, dan Senseinya, aku mendengar berbagai macam hal.

Beberapa get along well dengan Sotsuronnya. Seperti seorang teman dari Jerman, yang sudah menyelesaikan penelitiannya sejak satu semester yang lalu. Dengan sedikit luck, dia berhasil menemukan sesuatu yang baru. Dan itu layak dipublikasikan.

Seorang teman dari Thailand pun namanya masuk paper yang akan segera diterbitkan, bersama Senseinya dan teman-temannya.

Seorang teman dari Iran dan Cina lancar-lancar saja dengan Sensei dan sotsuronnya, selesai sebelum deadline, walaupun kadang-kadang mismatch masih terjadi. Temanku yang dari Cina itu juga banyak dibebani dengan tugas lab (maklum anak Arsitektur) tapi selain itu ga ada masalah yang bikin dia stressed out, setahuku.

Seseorang dari Jerman juga untuk half year tahun kemarin, walaupun risetnya ga wah, tapi dia diperbolehkan sama Senseinya untuk melengkapinya setelah dia pulang ke Jerman. Tapi itu mungkin karena dia Half year YSEP Student yang kewajiban utamanya bukan riset tapi “experiencing Japan”.

Nah bagaimana dengan Indonesia tahun ini? Kami bertujuh punya masalah masing-masing dengan labnya.

Ada yang really get along well dengan Sensei, Lab dan teman-temannya. Bahkan ditawarkan untuk lanjut integrated program di Lab itu nanti.

Ada yang benar-benar dicuekin abis sama Senseinya. Risetnya selalu diganti-ganti sampai akhirnya menggantung. Di akhir deadline sotsuron, entah bagaimana caranya dia berhasil bikin laporannya tapi tetap dicuekin sama Asisten Professornya.

Ada yang senseinya meminta  YSEP studentnya untuk memulai sotsuronnya kira-kira 2 bulan sebelum deadline. Risetnya mudah, tapi ga penting dan malah cenderung “menghabiskan sesuatu untuk membuktikan sesuatu yang trivial”. Tapi saat senseinya bilang “Do this. This is an option,” si YSEP student ini ga melakukan apa yang senseinya bilang karena it’s just an option (inilah masalah dasar kalau deal dengan orang Jepang yang fake dan melitoteskan segala macam omongan). Konsultasi berikutnya, Senseinya rada kesal karena “opsinya” ga diturutin. Menjelang deadline laporan, sensei ini tidak bisa ditemui jadi akhirnya si YSEP ini mengerjakan sisa laporannya sendiri.

Ada juga yang berjuang sendiri. Aku termasuk yang terakhir ini. Sejak awal senseiku bilang “Do whatever you want to research, it’s your final thesis anyway”. Lab ku ini separo nyambung separo gak sama Labku di Indonesia, jadi untuk memulai apa research proposal yang aku bawa dari Indonesia juga jadi bingung, takut ga sesuai ekspektasi Sensei. Dan tentu saja ekspektasiku adalah untuk terbit di jurnal.

Berkali-kali aku konsultasi topik sama sensei dan ga ada satupun topik dari Beliau yang nyangkut di aku. Pun calon dosen pembimbingku di Indonesia menyerahkan padaku mau topik apa, mungkin karena saking pusingnya aku gonta-ganti topik melulu. Sampai akhirnya aku tiba di topikku yang kukerjakan sekarang dengan waktu yang sangat mepet. Beberapa kali aku datang ke Sensei lagi minta nasihat kudu diapain, beberapa kali juga aku ga nurutin nasihatnya. Bahkan pernah suatu saat aku melangkahi authoritynya.

Dan apa yang senseiku katakan? Walaupun ga senyum, dia memaklumi. Dia benar-benar membiarkan aku berkreasi sebebas mungkin. At the end dataku ga begitu bagus jadi hasilnya ga valid, walaupun sebenarnya aku boleh bangga karena yang aku kerjakan belum ada di jurnal. Tapi laporan yang kusubmit ke YSEP pun tidak perlu melewati revisi dia. Tentu saja ini separo berbahaya separo menguntungkan (aku ga perlu nangis-nangis di depang laptop gara-gara di T-3 jam dari deadline sensei masih minta ngerevisi laporan).

Kemarin, saat pulang dari fieldwork ke Suntory Beer Factory bersama lab, aku ngobrol sama Sensei. “At the end I feel that your lab is very fun. You let us to be free, to be as creative as possible, emphasizing group work and no pressure at all.” Dia cuma senyum, mungkin ada beberapa yang salah karena yang aku rasakan dan lab member lain rasakan pasti beda. I’m just an exchange student after all🙂

“I mean, compared it with the other YSEP students, they have problems with their Sensei who required them to do this and suddenly changed to other thing…”

Sensei ketawa, ” Well, there will always be a mismatch. But the objective of sotsuron is actually to make you smarter than before.”

Naru hodo, inilah kenapa waktu pertama ketemu dulu, tutorku bilang Senseiku ini baiknya luar biasa. Aku bahkan merasa dia bijak. Oh iya, aku merasa bertambah pengetahuannya dari sebelumnya, walaupun semua zemi dalam bahasa Jepang, tapi dengan semua free time yang kupunya di luar bahasa Jepang itu aku jadi tahu cara mengerjakan riset yang baik dan benar plus pengetahuan lainnya. Mulai dari knowledge management, sticky information, sampai cara bikin udon dan tempat-tempat oke di Ginza.

Walaupun awalnya susah banget untukku untuk get along well dengan lab members dan Sensei, akhir-akhir ini semuanya went smoothly.

Jadi ya, semuanya ada sisi baik sisi buruknya. Sensei yang cerewet mungkin akan memastikan you’re doing the right thing, tapi Sensei yang membebaskan kamu pun juga akan membuatmu “Think creatively to solve the problem”. Kalau nanti aku punya kesempatan untuk balik lagi ke Tokodai, aku tetap akan memilih Labku yang sekarang (dulu pernah bilang mau ganti karena ga cocok sama lingkungan dan pembahasannya). Sedikit banyak sekarang aku tahu kenapa orang Indonesia sering dianggap kutu loncat alias suka gonta-ganti kerjaan. Mungkin, salah satunya karena kurang bisa menerima dan mensyukuri keadaaan…

3 thoughts on “YSEP, Sotsuron, Lab, Sensei

  1. batari says:

    Sedikit banyak sekarang aku tahu kenapa orang Indonesia sering dianggap kutu loncat alias suka gonta-ganti kerjaan. Mungkin, salah satunya karena kurang bisa menerima dan mensyukuri keadaaan.


    agreed🙂

    • hilda says:

      hahahaha, ini perasaan yang selalu timbul di saat YSEP. Serasa pengen balik dan lab terlihat jadi gimanaa gitu. hahaha…peace2. cuma komentar pribadi kok…

  2. erywijaya says:

    Mirip2 sama Senseiku di Kyodai, riset di Lab kami sangat2 liberal, tergantung pada minat masing2 individu🙂 anyway salam kenal ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: