Down for a Higher Jump

Tadaima!

Ohoho, betapa snob nya aku dalam beradaptasi kembali ke negeri sendiri.

Internet lambat. Terus aku jadi males buka internet termasuk ngupdate blog.

Aku masih buang tissue di toilet Pesawat dan Bandara Ngurah Rai pas transit. Setelahnya pas masuk WC yang aku inget bukan doa, tapi inget untuk ga buang tissue di toilet.

Aku selalu naik eskalator di jalur kiri.

Nyetir? Ga berani nyalip dan ngebut. Dan selalu ambil jalur kiri.

Masih ga berani nyebrang sendiri kalau ga di zebra cross.

4 hari pertama pas pulang, aku ga berani ketemu siapa-siapa. Sampai sekarang masih lebih nyaman berada di rumah.

Baju, kalau kata mas Dedi, serasa masih di Jepang😛

Kok aku jadi pengecut gini ya pas balik? Mestinya aku jadi pahlawan negara, membawa misi-misi nasionalis setelah melihat negeri mantan penjajah. Atau jadi idola kampus karena di Jepang banyak jalan (yang ternyata berat badanku pas pulang sama dengan pas pergi ke Jepang, alias sama-sama tambun) dan tambah cantik (faktor udara relatif bersih di Tokyo, yang ternyata pas balik jerawat malah tumbuh dengan suburnya di dagu). Atau minimal, tambah bagus deh manajemen waktunya plus tambah pintar.

Ini mah… malah makin males.

Ya wes, semoga penurunan ini untuk loncatan yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: