Statusmu Pedangmu

Setelah membaca blog postnya mbak Batari, aku semakin sadar kalau negara ini sudah terjangkit Blackberry akut.

Mengerikan rasanya mengingat bahwa setahun lalu, Blackberry hanya dimiliki the have, dan sekarang apapun golongan ekonomi mereka sudah blackberry minded waktu mau beli atau ganti hp baru. At least, modelnya kayak blackberry. Mau blueberry kek mau nexian kek, pokoknya bentuknya qwerty dengan track pad (track ball kini dibenci karena gampang rusak katanya), besar dan berwarna hitam.

Menurut teman-teman yang ber-blackberry, mereka pake itu karena Blackberry messengernya, alias kirim pesan gratis sesama Blackberry. Bahkan temanku yang dulu ber-iPhone kini berkhianat menjadi penganut Blackberry hanya karena kini contacts nya berada pada BBM. Seorang teman lain lagi baru mengganti BB nya yang rusak with another BB, karena ga bisa lepas dari BBMnya.

Bahkan Yozzi pakai BB. Tiap semenit sekali pasti bunyi. Entah dari BBM. Entah dari YM. Entah mailnya (yang ternyata dari facebook). Detik berikutnya dia mulai berkutat dengan BBnya.

Kira-kira 3 tahun lalu waktu BB belum booming banget, tanteku yang super sibuk udah punya BB. Komentar Omku adalah; “Ini nih si tante, kalau dijemput pasti langsung sibuk sama teleponnya kalau ga sama BBnya. Om malah ditinggal nyetir sendiri.”

Apalagi sekarang teman-teman hampir semuanya berBB. Yang ga berBB bisa dihitung dengan jari. Sepupu-sepupupun pake BB. Kalau kontak-kontak, tinggal pake BBM. Gosip-gosip diupdate lewat status. Tinggal mereka dan aku ini yang tidak berBB cengo ketika mereka ngobrol hot banget ngomongin apa yang cuma ada di BBM.

Aku jadi merasa ada di luar lingkaran teman-teman dan keluargaku sendiri.

Akhirnya kalau aku ngobrol sama Ibu yang tidak berBB, kami selalu mengeluarkan kata-kata seperti (no offense ya, ini kan buat sharing):

“Hp buat getok anjing.”

“Susah makenya, masih mending iPhone.”-> ini satu-satunya kalimat penghibur yang membuatku bertahan dengan iPhone.

“Apaan tuh BBM-BBM, lemot juga. Internetnya juga lambat dibandingin yang biasa.”

Tapi toh aku masih berbaik hati, mencari cara supaya bisa BBMan di iPhone. Ternyata memang tidak ada aplikasinya untuk itu. Sekarang aku malah jadi frustasi, merasa dikucilkan cuma gara-gara ga bisa BBM!

Topik lain yang masih berhubungan, aku pernah baca sebuah artikel, sekarang kalau anak SD mau beli hp, mereka pasti mintanya yang bisa twitter sama facebook. Astaga!

Aku pernah pake twitter dan jelas facebookku selalu dibuka (selain Gmail). Satu-satunya hal yang membuatku miris adalah orang-orang yang ga tau masalah privacy dan norma.

Bayangkan, salah seorang temanku menulis alamat rumah lengkap dan itu visible ke friends of friends. Tinggal ditambah sama status seperti, “Asyik, sekeluarga liburan ke Singapura!”, pulang-pulang rumahnya bisa jadi tinggal fondasi.

Terus status-status yang bernada mengadu dan marah seperti “Ngapain sih lu ikut campur urusan orang?! Urus aja urusanmu sendiri!”. Belum lagi kalau ditambah bahasa yang mengganggu seperti, “Anjing tai lah lo pengkhianat banget!”. Jujur aja bacanya udah ga enak dilihat mata.

Walaupun banyak yang defense dengan statement “Internet kan bebas semaunya gue, ga ada yang mati kan cuma gara-gara status gue?”, itu tanda bahwa kita belum tahu etika berinternet. Tiap kali kamu update status, itu sama dengan kamu teriak ke orang-orang di dunia nyata. Dan kalau statusmu bernada marah-marah, apa kita-kita yang dengar tidak gerah?

Oke mungkin kalian menganggap aku ngomong bullshit, tapi ada satu kasus dari sekian banyak kasus yang seharusnya mengajarkan kita etika berinternet. Cuma gara-gara tanding bola antara klub bola Papua dan klub bola daerah lain (lupa), seorang anak ITB bikin status yang isinya menghina-hina orang Papua. Hasilnya, ITB didemo sama orang Papua. Mau di internet mau di dunia nyata, lidahmu adalah pedangmu (mungkin sekarang harus diganti sama statusmu pedangmu).

Sebuah artikel lain lagi menyebutkan bahwa internet kini melahirkan generasi Narcissus yang gila pujian. Melakukan sesuatu yang keren dikit, langsung diupdate. Selama masih dilakukan dalam batas kewajaran sih tidak apa-apa, tapi kalau berlebihan bisa membahayakan diri sendiri seperti apa yang terjadi pada Narcissus sendiri, mati nyemplung ke kolam karena mencintai refleksinya sendiri di kolam itu.

Jejaring sosial, mau twitter, facebook, atau BBM memang tak bisa disalahkan. Teknologi kini bisa menyentuh other needs dari individual. Banyak jurnal tentang blogs, microblogging, SNS (social networking system) berhasil membuktikan bahwa individu yang menggunakannya dimotivasi oleh social needsnya. Hal lain yang bikin miris, social needs ini kini sudah menjadi kebutuhan primer…

“Saya butuh makanan, pakaian, rumah dan juga pulsa.”

Pendidikan?

12 thoughts on “Statusmu Pedangmu

  1. Like this post

    Setuju Ras, sama opini yg tentang privacy, norma, n narcissism on facebook n twitter

    social network kadang2 benar2 mampu membuat bbrp orang jadi.. emm aneh..

    hmm.. saatnya berintrospeksi neh.. =D

  2. iraa says:

    huaahaa.. iyaa ras yaa. aku kadang ngerasa tuu ras yang kamu bilang “berasa dikucilkan karna ga ber BB” hehe..
    sebenernya karna man can not can’t communicate kali ya, hal2 kayak status itu jadi ga ada saringannya.. geli tapi miris deh kalo denger ada masalah hanya karna status kayak kasus papua itu.. aku pernah mikir jangan2 nantii orang ga tau apa itu HP, ngertinya BB.. hehe

  3. myovaloffice says:

    Iya!! Setuju bgt, 3 minggu di Indonesia ngeliat BB / QWERTY phone dimana2. Sampai2 ada pertanyaan “Blackberry-nya merek apa?”

  4. bener banget ras, lagi booming banget sama BB dengan BBman. bahkan di twitter j, yang biasanya orang” pada update status lewat (snaptu, tuitwit, tweete, atau web)–> lewat HP biasa, sekarang demi mengejar update status lewat UBER TWITTER nya, jadi pada beli BB. hampir 90% orang update status lewat UBER TWITTER ataupun Facebook for Blackberry.
    bukannya iri, tapi jadi geli sendiri ngeliatnya. hehe.
    walopun aku ga punya iPhone, tapi lebih seneng ngeliat iPhone daripada BB yang udah PASARAN.
    hahaha.😄

  5. udin jelek says:

    like this😀 (btw g nemu tombol like thisnya, heuu dmn yah, ya ampun katronya aku T_T )

  6. isa says:

    keep posting about indonesia,😀
    let me know

  7. edhika says:

    great post😉
    one point that i hate the most of all is ‘narcissist people’. they’re just too much annoying.

  8. junitariany says:

    Ehehe mari bertanggung jawab. Makasih ya Ras udah mengingatkan.

  9. Tata says:

    ada kok, ras software buat chatting iPhone yg bisa disambungin ke BBM. tp aku lupa namanya..waktu itu ada temen yg pk BB dan iPhone sekaligus yg ngasih tau. dia udh pake.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: