Ku Cinta Jalanku, Bandung

Begitu cintanya orang Bandung (dan mungkin bisa digeneralisasi jadi Indonesia) sama jalanan.
Saking cintanya, selain sebagai infrastruktur transportasi, semua aktivitas dilakukan di jalan.
Jangan salahkan hujan. Saking cintanya sama jalan, pemkot kerjaannya tambal bolongan terus tiap sebelum musim hujan. Nah yang ini orang kita memang pilih kasih. Yang dicintai atau ditambal paling-paling jalan nasional, provinsi, atau kota. Mereka tak cinta jalan kecil dan gang. Kecuali kalau sudah nelan korban.

Lalu, saking cintanya sama jalan, orang-orang lebih memilih berjalan di jalan daripada di trotoar. Alasannya, trotoar dipake parkir dan jualan. Padahal males aja tuh jalan naik turun plus lobang-lobang yang siap menelan badan masuk got.

Juga karena cinta sama jalan, orang-orang lebih milih parkir di pinggir jalan daripada masuk lahan parkir resmi. Alasannya, ah cuma bentar. Atau ah di dalam di luar sama saja, uang parkir sama-sama masuk preman! Lebih baik di luar, cepat masuk cepat keluar.

Cinta pada jalan pun ditunjukkan para pengguna angkutan umum. Mereka cinta turun di bagian jalan manapun yang paling dekat dengan tujuan. Tak peduli saat angkot sedang kena lampu hijau. Tak peduli saat sebelumnya sudah ada yang turun hanya 10 m di belakang. Tak peduli ada halte (loh, emang ada halte?). Akhirnya supir angkot yang disalahin gara-gara berhenti di mana-mana. Kalau mau nyalahin, salahin pas ngetem aja.

Wah saking cintanya juga, orang-orang juga pada tinggal di jalan. Daripada tinggal di kampung cuma sama sawah dan kerbau, lebih baik di jalan kota sama kendaraan dan aspal. Cukup tengadah tangan, muka memelas, entar banyak orang yang mau ngasih duit.
Mau jualan? Gampang! Di jalan. Terorganisir. Berjamaah pula. Rame-rame asyik kan? Kayak yang ada di Gasibu dan daerah-daerah lainnya. Mobil silahkan menikmati kemacetan kalau lewat Gasibu hari Minggu pagi sampai siang. Bahkan jalan layang Paspati yang hadir sebagai solusi kemacetan kota harus ikut maklum karena di ujung jalan Surapati sudah menunggu ribuan pedagang Gasibu.
Mau pamer juga bisa pake jalan! Tinggal bawa kendaraan mentereng, kendaraan ngejreng, atau kendaraan dengan knalpot breng breng, terus konvoi deh tuh di jalan. Aih saking cintanya sama jalan, jalan telah menjadi tempat berekspresi!

Kini mau lihat pemandangan asoy, nongkrong saja di jalan-jalan yang banyak FO. Banyak cewek-cewek asoy ber-hot pants plus celana jeans. Bajunya bagus-bagus! Cowoknya juga suka ganteng-ganteng (biasa, turis Jakarta). Ingin teriak inilah pasanganku, gandenglah pasanganmu di jalan. Mungkin 5 tahun ke depan kita akan sering melihat orang menempelkan bibir. Kabar lebih baik lagi, kita ga perlu nunggu isi laptop bocor untuk menonton adegan hot artis, 10 tahun lagi juga bakal banyak di pinggir jalan. Wong bencong saja sudah fashion show telanjang di jalan!

Oiya, sudah tahu jalur khusus sepeda di jalan-jalan utama Bandung? Orang kita memang suka pilih kasih. Ga ada yang peduli sama jalur sepeda yang berwarna biru. Mungkin perlu dicat merah biar menambah gairah cinta jalan sepeda. Atau mungkin masih perlu waktu buat sosialisasi. Atau sudah terlanjur diserobot jadi tempat parkir lagi dan motor.

By the way, siapa ya raja jalanan? Mobil dulu bilang angkot raja jalanannya. Angkot kini bilang motor raja jalanannya. Kalau kubilang, yang seharusnya jadi raja jalanan adalah penduduk asli, yaitu lubang jalan!

Tagged ,

2 thoughts on “Ku Cinta Jalanku, Bandung

  1. kokowathoni says:

    itulah “indahnya” si kota kembang…hehe,,gw tambah satu lagi ya salah satu “keindahan” yg ada di jalanan kota bandung tercinta ini, yaitu adanya komunitas pojokan yg ada di jalan-jalan kota bandung, seperti di jalan deket taman depan telkom, di jalan layang pasoepati, etc…coba liat deh kalo malam mulai naik, wuihhh banyak banget pasangan-pasangan yg memadu kasih dipinggir jalan layang pasoepati tanpa peduli orang lain yg lewat…kayaknya lama-lama bakal roboh tuh pasoepati hehe,,,bandung oh bandung…

  2. isa says:

    well then, nothing new😀

    I prefer on foot, above all.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: