Birokrasi…

Aku akan ingat-ingat kejadian ini seumur hidupku.

Berawal dari kemarin aku ikut rapat tim besar. Dari tim kecil aku cuma ada aku sama tice, yang lain lagi dinas keluar kota. Sampailah pada pembahasan apakah tim-tim kecil butuh konsultan atau tidak.

Aku bilang, dari dua pekerjaan yang dikerjakan oleh dua tim yang berbeda — sebutlah tim GD dan tim DD (yang terakhir itu tim aku), sebenarnya ga perlu konsultan. Dijawbalah oleh salah seorang tim GD, tim GD butuh karena salah satu alasannya untuk mempercepat pekerjaannya. Berhubung kita semua punya deadline yg sama, kenapa tim DD juga ga dikasih konsultan juga untuk alasan yang sama?

Ketua tim aku bilang, “ya udah deh daripada ga ngajuin konsultan sama sekali, mendingan kita ajukan saja kebutuhan konsultan untuk DD. Kalau ntar ditolak sama direktur ya gpp”

Akhirnya diputuskanlah tim aku butuh konsultan. Diperkuat dengan mantan tim DD yang memaparkan pekerjaan yg sebaiknya dilakukan oleh konsultan.

Ketua tim besar ngewanti-wanti, “pokoknya yang tadi bilang butuh konsultan, besok harus ikut ke direktur ya (untuk minta persetujuan)”

Besoknya, alias hari ini, aku bilang sama mantan tim DD yang tadi itu, “bapak aja ya yg ikut ke direktur. Aku ngebantuin ngerinci kebutuhannya aja.” eh dia tidak bisa dan tim aku cuma tersisa aku sama tice.. Akhirnya aku ngeloyor ke tempat direktur sebagai bentuk tanggung jawab, di mana sudah ada ketua tim besar dan salah satu anggota tim GD dengan tayangan saktinya.

Pas direkturnya datang, dia langsung bakar rokok sambil diskusi soal PKL baru anak pejabat, kuliah di ITB, dengan pegawai lain. Aku jadi inget, rumor mengatakan kalau direkturku itu emang doyan marah-marah kalau rapat. Apalagi kalau udh bakar rokok itu artinya dia stress. Dua kali aku ikut rapat semuanya mulus tanpa marah dan rokok, pun dia ngebecandain aku gara-gara mulutku by nature emang manyun.

Nah rapat dimulai.

Dir: mau bahas apa ini? Memangnya segera? Ga bisa senin aja?

Ket: sebenarnya ini karena adanya catatan dari saya mengenai pengadaan konsultan sehingga saya rasa ini harus segera pak. (menunjuk ke tayangan) kami ada 4 pekerjaan yang membutuhkan konsultan. Pekerjaan 1 butuh konsultan untuk bla… Bla… Bla… Sedangkan untuk pekerjaan 2 ada laras yang bisa bantu menjelaskan. Ya silakan laras..

Aku: (kaget ditembak suruh ngejelasin) jadi pak kami butuh expertise untuk membantu kami di spesifikasi baru… Bla bla bla…

Dir: terus?

Aku: (diam, semua poin kebutuhan sudah kusampaikan)

Ket: nah untuk pekerjaan ketiga keempat kita butuh untuk bla bla bla

Dir: memangnya berapa biayanya kira-kira?

Ket: yah sekian pak

Dir: udah senin aja deh

Aku: (bersiap nutup laptop dan pergi, aku liatin matanya untuk memastikan bahwa memang sudah selesai. Eh dia masih nyerocos)

Dir: (nada bicara meninggi) mengenai xbrl ini sebenarnya saya gelap. Konsultan yang kemarin itu buat apa?

Ket: pekerjaan konsultan kemarin ada dua pak. Satu untuk grand design, satu lagi untuk pekerjaan taksonomi. Tapi itu aplikasi A pak. Yang sekarang untuk keseluruhan aplikasi.

Dir: memangnya tidak bisa diekstrapolasi knowledgenya?

Aku: bisa pak. Sebenarnya tidak ada konsultan pun tidak apa-Apa. Cuma ada spek baru yang kalau kita belajar dari orang mungkin bisa lebih cepat. Lagipula kita butuh org yang bisa mendokumentasikan taksonomi dan buat katalog untuk helpdesk. Biasanya kita saking fokus ngerjain taksonomi jadi dokumentasinya keteteran.

Dir: ya itu. Saya mau tau sudah sejauh apa kalian bekerja, expertisenya sudah sampai mana. Buat apa ada kepala bagian????

Aku: (bingung kepala bagian tu apa. Mungkin maksudnya ketua tim kecil aku.. Maksudnya dia kepala bagianku disuruh ngajar? Mana bisaaaa teknis. Aku senyum-senyum sama ketua tim besar)

Ket: (memalingkan muka dari direktur ke arahku sambil tersenyum miris juga)

Dir: mestinya tunjukan dulu sama saya progressnya. Saya ga lihat hubungannya sama aplikasi A kenapa dia harus pake konsultan lagi. PANGGIL TUH SI KETUA TIM KECIL!!!!

Ang tim GD: iya pak saya panggil (ngeloyor keluar)

Aku baru ngeh dengan kata-kata “buat apa kepala bagian”. Maksudnya adalah bukan aku yang seharusnya ngomong tapi ketua tim kecil aku….

Dir: sudah dibicarakan sama deputi direktur?

Ket: sudah pak kemarin (padahal sebenarnya pas pembahasan konsultan ini si dep dir nya ngacir entah kemana)

Dir: ya sudah senin aja (dengan nada gusar)

Aku: (kembali bersiap-siap menutup laptop, lagi2 ngeliatin matanya)

Dir: mestinya kasi tau saya progressnya. Bla bla bla (menegaskan statement dia sebelumnya)

Lalu bel berbunyi waktu pak direktur masih ngomel-ngomel entah apa. Aku bangun dan bergumam “saya buka dulu pak” dan ngeloyor keluar, berharap ketua tim kecil aku yang datang.

Eh ternyata keduluan sama messenger, dan yang masuk, sang otak xbrl di bank indonesia – satu-satunya atasan yang bukan seperti atasan buatku. Aku cuma senyum-senyum sama dia, “ga jadi sekarang pak”. Trus dia dengan cengengensannya masuk ke dalam ruangan dan di saat yng sama direkturnya keluar, “gak jadi!” hardiknya.

Di ruangan aku tanya ketua besar, “lain kali harusnya bukan saya yang ngejelasin, ya?”
Sang ketua tim cuma senyum miris dan mengangguk kecil. Sang otak xbrl nanya ada apa dan aku menjelaskan sedikit – dan pasti dia ga ngerti.

Setelah seharian ini aku merenung, ga ada salahnya dia minta ketua tim kecil yang ngomong. Kalau aku di posisi dia jg aku bakal mikir, “ini orang di tim teknis langsung ngajuin kebutuhan apa ga difilter dulu sama ketua timnya? Ketua tim harusnya bisa memberikan pandangan, jadi jawabannya ga plin plan kayak laras tadi”. Cuma ya ngasitau itu kan ga perlu marah-marah.

Aku cuma bisa merutuk dan menyesal dalam hati. Harusnya tadi aku bisa kasih jawaban yang diplomatis… Harusnya aku ga smapai dengan pdnya ikut ngeloyor ke ruang dapat direktur. Harusnya aku ga buka mulut kalau ga ditanya. Aaaargh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: