Mengenal Tuple dalam XBRL Taxonomy

Ini adalah tulisan rintisan yang akan terus dikembangkan seiring dengan adanya waktu luang :p

Seperti baju yang punya model, taksonomi juga bisa dimodelkan dengan beberapa cara. Contohnya adalah model tuple. Menurut eyang Wiki, tuple adalah daftar elemen yang terurut. 

Mendefinsikan tuple dalam taksonomi seperti membuat sate BBQ dengan beberapa aturan. Kalau tuple adalah tusuk sate yang tak terhingga panjangnya, aturan pertama adalah jenis makanan (informasi) yang ditusuk (dilaporkan) harus sesuai urutan. Pertama harus daging sapi, kedua harus bakso, ketiga harus kentang, keempat harus nanas, kelima harus tomat, dan seterusnya. Aturan kedua, satu jenis makanan tidak boleh ditusuk lebih dari sekali. Karena panjangnya tak terhingga, banyaknya jenis makanan yang ditusuk bisa tak terhingga juga.

Tapi tuple ini bukan sekedar tusuk sate biasa karena dia bisa punya anak tusuk sate (nah lho masa tusuk sate punya anak?). Memang pada kenyataannya tidak ada tusuk sate yang punya anak, tapi berhubung ini analogi terima dulu aja yaa… Hehe… Bayangkan si tusuk sate kita pegang secara vertikal dengan informasi pertama terletak paling atas. Setelah informasi kelima yaitu tomat, ada (anggap sajalah tusuk gigi yang menempelkan) tusuk sate anak secara paralel dengan tusuk sate induk. Jadi posisi tusuk sate induk dan anak sama-sama vertikal. Tusuk sate anak ini tentu saja memiliki konfigurasi makanan yang berbeda dan jenisnya harus berbeda dengan jenis makanan yang ada di tusuk sate induk.

Ingat bahwa tuple merupakan daftar elemen yang terurut. Tusuk sate juga merupakan elemen sehingga jika tusuk sate anak ada setelah makanan kelima yaitu tomat, maka tusuk sate anak memiliki urutan keenam. Seandainya ternyata masih ada jenis makanan lain yang ingin kita tusuk di tusuk sate induk, misalnya sosis, sosis ini akan menempati urutan ketujuh. Tapi posisi sosis ini harus berada setelah makanan terakhir dari tusuk sate merah didefinisikan. Kalau kita bicara koordinat sumbu y, berarti sosis akan berada pada titik -9. Kenapa minus, soalnya urutan elemennya didefinisikan ke bawah, bukan ke atas… Hehehe..

Tusuk sate anak juga bisa punya anak lagi. Setiap tusuk sate induk bisa memiliki tak terhingga tusuk sate anak yang berbeda. Misal tusuk sate induk bisa memiliki tusuk sate anak berwarna hijau, merah, dan kuning. Tapi antara tusuk sate hijau, merah, dan kuning ini tidak boleh memiliki konfigurasi makanan yang sama (bahkan jenis makanannya, sekali lagi, hanya boleh didefinisikan di satu jenis tusuk).

Tusuk sate anak pun bisa memiliki tusuk sate anak lagi. Ibarat tusuk sate yang subur, tusuk sate ini bisa berkembang biak terus menerus, jadi cucunya bisa punya anak, anaknya cucu bisa punya anak lagi, dan seterusnya. Tapi ingat aturannya, namanya juga anak, ga mungkin sama dengan induknya. Jadi tiap tusuk sate harus berbeda konfigurasi makanan.

Itu di taksonominya. Bayangkan ada seorang manajer restoran (penerima laporan) dengan lima orang pemasak (pelapor). Manajerlah yang menentukan konfigurasi sate yang harus dibuat oleh pemasak dalam sebuah taksonomi. Jadi taksonomi akan mendefinisikan tusuk sate apa, konfigurasi makanannya seperti apa, tusuk sate anaknya (jika ada), serta berapa banyak tusuk sate anak yang bisa dibuat (dilaporkan). Jumlah tusuk sate induk yang boleh dibuat tidak terbatas, tapi tusuk sate anak bisa didefinisikan berapa jumlah minimal dan maksimal yang boleh dibuat. Bisa saja nol (tidak wajib dilaporkan) atau maksimal 10 (yang dilaporkan).

Terus kapan kita memakai tuple dalam taksonomi? Ingat karakteristik utama tuple, yaitu berurutan dan bisa dibuat sebanyak mungkin alias tak terhingga. Oleh karena itu, tuple cocok digunakan untuk memodelkan laporan berjenis open table di mana salah kolom atau barisnya bisa berjumlah tidak terhingga. Misalnya penerima laporan membutuhkan pelapornya melaporkan informasi semua debitur yang ia miliki, ini salah satu jenis open table yang cocok dimodelkan dengan menggunakan tuple.

Tapi karena elemen informasinya harus berurutan dan terikat dalam tusuk sate tadi, setiap informasi punya keterikatan yang sangat tinggi dengan informasi sebelum dan sesudahnya pada tusuk sate yang sama. Kalau semua makanan yang ditusuk kita lepas semua dari tusuknya, kita tidak bisa membedakan satu potongan daging sapi dengan daging sapi lainnya. Kita juga tidak bisa tahu daging sapi yang ini tadi berpasangan dengan sosis yang mana. Kita tahu bahwa potongan ini adalah daging sapi, tapi terkadang kita harus tahu daging sapi ini tadi berpasangan dengan bakso, nanas, tomat, dan sosis yang mana. Contoh pada laporan debitur tadi, dari nomor debitur kita pasti ingin mengetahui alamatnya di mana, nomor teleponnya berapa, facebooknya apa…

Sedangkan kalau di model simple ataupun dimensional, setiap potong daging tadi sudah bisa bercerita sendiri karena setiap potong daging – alih-alih tertusuk pada tusuk sate – dibungkus dengan kertas yang menceritakan dengan apa saja potongan daging itu berhubungan.

Tagged , ,

5 thoughts on “Mengenal Tuple dalam XBRL Taxonomy

  1. Agus Brata says:

    Sangat berguna sekali informasinya mba. Karena kebetulan saya jg sedang melakukan pencarian informasi mengenai XBRL dan kawan2 hehehe.
    Perkenalkan saya swakelola baru dari DPSI BI🙂

    Salam mba “meong”. Sukses selalu untuk anda

    • meongijo says:

      Ya elaaa agus, kirain siapa… bantuin bikin artikel XBRL dong hehehe, biar awareness orang Indonesia soal XBRL meningkat, huahahah

  2. mirqonte says:

    Waaa ada kak laraas:D smangat bikin artikel xbrlnyaa

  3. salefter says:

    salam kenal mbak, newbie ni mbak soal xbrl mohon pencerahanya

  4. Uthap Jhojho says:

    Dimensionnya juga diceritain dong mbak,, heuheuheuheu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: