Mata Jendela Hati

Kemarin, seperti malam minggu muda-mudi pada umumnya *jyaaah* aku sama Yozzi makan bareng sama seorang teman kami yang sudah punya pasangan juga. Sementara cowok-cowok itu bicara bola dan nostalgia kejadian konyol bertahun-tahun lalu, aku dan pacarnya teman kami itu ngobrolin soal persiapan pernikahan (wanitaaa…). Mereka bakal married awal tahun depan, which is lucu karena kalau aku ingat-ingat, di antara teman-teman Yozzi, aku dan Yozzilah yang paling lama berpacaran tapi masih belum ada tanda-tanda persiapan pernikahan… Hahaha.. Sementara teman kami itu baru pacaran setahun belakangan dan tahun depan udah mau married aja *panas panas panas*…

Dari ngobrolin soal tempat pernikahan sampai katering, tiba-tiba sang calon nyonya ini nyeletuk, “Eh iya tau kalau lagi ngelahirin, pas ngeden bisa keluar pup juga…” kayaknya nyamber omongan cowok-cowok entah soal apa. Aku, yang baru tau bahwa ternyata melahirkan itu ga semudah “tidur – bangun – dan sudah ada yang nete” atau ga seindah “jerit – cengkram tangan suami – dan tiba-tiba ada suara oe oe” tapi malah ada “pup”nya – jadi excited. Lantas aku nanya, “Jadi maksudnya pas bayinya keluar bisa aja dia kena pup ibunya?” Wah kalau iya, berarti aku kalau nanti mau melahirkan harus makan makanan yang wangi aja, bunga kali ya? Kasian kan kalau pas bayinya keluar dia kena “dosa” emaknya yang abis makan burger king, huahahhaaha.

Tapi saat aku ngeliat Yozzi sambil nunggu jawaban sang calon nyonya, dia lagi ngeliat aku dengan, err… penuh kelembutan? Sekian tahun melihat matanya, ga pernah sekalipun aku ngelihat matanya selembut itu, sampai-sampai ada sepersekian detik aku yakin banget aliran darah aku berhenti. Bukan karena kaget tapi karena… senang… hahahahahhaa.. Itu mungkin kali ya yang dinamakan jatuh cinta lagi? Muahahahaha… Mungkin karena aku ga pernah ngomongin soal bayi di depan dia, karena aku jelas-jelas cerita bahwa aku ga suka anak-anak. Dan begitu aku keliatan excited soal proses melahirkan, kayaknya matanya tuh bilang “You’re going to be a mother of my children”

Tisu mana tisu??? Jadi melankolis gini… Kebanyakan nonton drama korea kayaknya.

Aku sudah sering menerima pandangan mata “aku sayang kamu” dari Yozzi, sering banget malah, sampai akhirnya jadi kebiasaan dan there’s no more butterfly in my stomach. Kadang juga aku bisa ngeliat “I’m very worried about you” pas mau berpisah pulang ke kediaman masing-masing. Pernah juga aku ngeliat “pancaran kemarahan” walaupun sangat samar karena dia bukan tipe pemarah. So for once he stared at me like yesterday, itu seperti semangat baru untuk terus menjalani kehidupan sama dia *hoeeeeek* Dia ga pernah melakukan hal yang romantis (FYI, aku cuma pernah dua kali dikasih bunga sama dia. Satu kali pas nembak, itu juga pake ngutang. Kedua kalinya pas wisuda, itu juga karena ada teman yang ngasih dia karena kasian “Kok Kak Laras ga dikasih apa-apa sama Kak Yozzi?”) so the only thing that can keep our relationship alive ya, tatapan matanya. Tatapan yang bisa membuatku percaya kalau he’s the one.

I know, it’s very silly to share something like this. But have you – those who are in a relationship – ever asked yourself, “What is the thing between you and your partner that could keep your love alive?” Bisa apapun, hobi, pola pikir, semangat, teman, keluarga… mungkin “kontrak”, uang, harga diri… Apapun itu, we should know it so if something happens, we could work it out somehow.

Dan buatku, salah satunya, adalah hal kecil seperti tatapan. Mungkin ketika tatapan itu hilang, di saat itulah kepercayaan aku terhadap dia juga ikut hilang.

One thought on “Mata Jendela Hati

  1. udin jelek says:

    wahhh iyah yah, selama aku ikutin blog ini, oct 2008. ketika orang2 di sekliling aku pacarnya silih berganti.
    raras hanya nge mention nama cowonya yozzi seorang.😀 good good good.

    “Tapi saat aku ngeliat Yozzi sambil nunggu jawaban sang calon nyonya, dia lagi ngeliat aku dengan, err… penuh kelembutan? Sekian tahun melihat matanya, ga pernah sekalipun aku ngelihat matanya selembut itu, sampai-sampai ada sepersekian detik aku yakin banget aliran darah aku berhenti.”
    .<) aku ngebayangin adegan ini aja kayanya bikin aku nahan nafas sepersekian detik. hahaha

    well kalau undangannya di bandung kabar2in yahhhh..
    ia sihh, kamu pasti g akan tau dan kenal wajah2 aku, hahaha (kecuali aku pake name tag)
    but well, bisa hadir, menjadi saksi salah satu bagian terpenting dalam hidup kamu. #tsahhh
    it would be nice😀
    #sekalianAkuBisaMakanGratisTentunyaHohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: