Reflexology, best place so far…

Setelah berkali-kali ke tempat refleksi yang berbeda, akhirnya aku jatuh hati pada tempat releksi keluarga di dekat rumah… Bak peribahasa semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak, tempat refleksi ini sebenarnya sudah ada sejak 2011. Tapi baru kucoba di bulan Mei 2013.

Nama tempatnya, “Suku-Suku” yang artinya kaki. Tempatnya di ruko Arcamanik Endah yang selalu kulewati setiap kali pergi dan pulang ke rumah. Waktu itu aku berpikir, “Ya ela tempat refleksi di tengah pemukiman? Laku ga tuh?” Ternyata, dari yang tadinya cuma ngambil 1 lantai, sekarang  udah 2 lantai. Eksistensinya selama 2 tahun boleh dibilang membanggakan, mengingat sudah banyak usaha lain yang gulung tikar di pemukiman.

Waktu mencoba Suku-Suku, aku ga berharap banyak, cuma berharap pijatan enak yang murah.  Yang penting lelah sehabis nyetir Bandung Banjaran PP macet pula selama 4 jam, hilang. FYI, tempat refleksi di Bandung paling terkenal di Bandung namanya Zen, itupun 1 jamnya 60 ribu. Suku-Suku ini 1,5 jam hanya 50 ribu. Selain itu menawarkan totok wajah dan juga spa, harganya bahkan lebih murah dibandingin salon muslimah Humaira yang juga terkenal di daerah Arcamanik.

Cuma ya, jangan harap ada AC dan tempat sekelas Zen dengan ruangan remang dan aromaterapi menyerbak – cocok banget buat relaksasi. Tapi di Suku-Suku, cukuplah angin sepoi-sepoi dari jalanan Arcamanik yang selalu berlubang.. Hahaha… Lantai 2 nya dikhususkan untuk wanita dan juga terdapat ruang spa yang tertutup. Kalau ga salah, total cuma ada 5 bed untuk refleksi. Tapi menurut pemiliknya yang kebetulan “megang” aku, yang dia jual memang bukan tempat, tapi kesehatan.

Pemiliknya punya filosofi, siapapun yang datang ke tempat dia itu harus pulang dalam keadaan sehat, bukan sakit-sakitan. Dan memang kuakui, dari beberapa tempat refleksi yang pernah kudatangi, bukannya sehat yang kudapat malah sakit-sakit di sekujur kaki. Soalnya terapisnya ga begitu ngerti soal terapi dan main asal pijat. Walaupun ga bisa digeneralisir, biasanya salon kecantikan yang begitu (aku pernah ke JA di Grand Indonesia cuma buat refleksi, mahal banget sejamnya dan setelahnya sakit semua).

Ada juga yang cukup ngerti arti di setiap rintihan sakitku setiap kali dipencet, tapi sayangnya ga ngasih feedback kecuali kalau ditanya (Kakiku di Benhil). Apalagi waktu itu terapisnya cowok, pertamanya sih masih minta izin untuk mengangkat ujung celana, eh begitu mijet leher, tangan terapisnya main masuk aja ke balik dalaman kerudung. Buseeet… Tapi emang kalau soal harga (60 ribu 1,5 jam), keahlian, dan tempat, Kakiku cukup balance. Mungkin kalau waktu itu aku dipegang sama terapis cewek, everything would be almost perfect.

Yang cukup bagus, tapi juga termasuk mahal, tempat refleksi di Cikini. Tempatnya kecil banget, nyempil pula. Tapi terapisnya komunikatif dan ngasih feedback atas rasa sakit yang kualami. Setahun yang lalu, 1,5 jamnya 90 ribu.

Nah kalau si Suku-suku ini, pemiliknya ngerti banget soal kesehatan. Dia ngasih aku banyak feedback, plus nasehat-nasehat seperti harus banyak olahraga, jangan kebanyakan liat komputer, telepon lama-lama, jaga makanan, dsb. Hal itu dia berikan sesuai dengan rasa sakit yang aku alami, yang semuanya merupakan akibat dari gaya hidup pekerjaanku, haha…

Beliau juga cerita bahwa terapis yang baik seharusnya lebih “kuat” dibandingkan yang dipijat, karena kalau tidak, bisa-bisa terapisnya malah mengalirkan energi negatif kepada pelanggannya secara tidak sadar. Akibatnya malah pelanggannya jadi sakit setelah refleksi.

Awalnya ada satu titik di kaki yang benar-benar sakit waktu terapisnya pencet. Setelah puas nyiksa aku di titik itu, dia pindah lagi ke titik lain. Beberapa saat kemudian terapisnya kembali ke titik yang luar biasa sakit itu dan, hey, sudah ga sakit sama sekali. Dia bilang, berarti refleksinya berhasil memberikan manfaat ke tubuhku.

Nah pemiliknya ini ternyata orang yang memang suka olahraga dan sadar kesehatan. Beliau pernah mengikuti komunitas tenaga dalam, jadi sambil ngerefleksi dia juga sambil mengalirkann energi positif ke pelanggannya. Akhirnya pelanggannya pun jadi sehat.

Usaha refleksi ini dia lakukan secara tidak sengaja. Awalnya beliau bekerja di bank swasta, lalu setelah menikah dan dikaruniai 4 anak, dua diantaranya kembar, ibu ini mencoba berusaha di ruko yang sekarang ditempati Suku-Suku. Pernah jadi distributor kecap, tapi hanya bertahan 6 bulan. Lalu karena kontrak ruko berlaku untuk setahun, jadilah beliau mencoba usaha refleksi, itupun atas dukungan teman-temannya yang sama-sama punya kesadaran terhadap kesehatan yang tinggi. Eh malah keterusan… Beliau malah akhirnya tersertifikasi sebagai terapis refleksologi (ada asosiasi pemberi sertifikatnya tapi lupa namanya apa).

Kesimpulannya, so far Suku-Suku adalah tempat terbaik untuk menikmati pijat refeksi yang benar-benar untuk kesehaan, bukan relaksasi. Sayang tempatnya di Bandung, daerah pemukiman pula.. Rencananya sih pemiliknya mau coba buka di Bandara Husein. Yah kita lihat saja, semoga sukses🙂

Tagged , ,

8 thoughts on “Reflexology, best place so far…

  1. javametro says:

    teh ayu, mau banget diskusi terkait xbrl, email ya contactnya, saya di javametro@gmail.com , terima kasih

  2. ricca says:

    pingin alamat lengkap dan nomer telepon nya dong teehh.. share yaa

  3. mba dewi says:

    Allhamdullilah… Yah setelah lama nyari tempat reflexsi yg bgus akhirnya nemu juga,sesuatu bingitsss tmpat memang sederhana tpi kualitas pijatannya CUCO m ngebuat mata merem melek,AC memang gk ada,ada jga AG(angin gelebug)pussshhhh….
    Tpi jujur keluhan saya skrang berkurang Terima Kasih “cokor-cokor”(sukusuku) (y) (y)

  4. ulfa says:

    Mbak, bisa minta alamat jelasnya tempat ini gak? Patokannya apaaa gitu.. Thanks before..

    • meongijo says:

      Ada di google maps pada post ini Mbak. Alamat jelasnya saya kurang tahu. Lokasi dia ada di ruko di belakang patung golf Komplek Perluasan Arcamanik Endah dan Pujasera Arcamanik. Rukonya kecil dan sedikit jadi pasti langsung kelihatan.

  5. nyna alkaff says:

    Teh ini bukanya jam brp ya? Malem buka ga?? trus bulan desember 2015 ini masig ada kah?? Liat posyingan teteh saya lg dibandung pas bgt saya tinggal diujung berung butuh bgt tmpt reflexi yg ga pakr ac dan kuat.. Pliss info yaa ke email boleh jg teh makasi miss_alkaafone@yahoo.com

  6. nyna alkaff says:

    Teh ini bukanya jam brp ya? Malem buka ga?? trus bulan desember 2015 ini masig ada kah?? Liat posyingan teteh saya lg dibandung pas bgt saya tinggal diujung berung butuh bgt tmpt reflexi yg ga pakr ac dan kuat.. Pliss info yaa ke email boleh jg teh makasih miss_alkaafone@yahoo.com

    • meongijo says:

      Mulai jam 8, sampai jam berapa kurang tahu. Mgkn jam 8 malam lg kali ya… rasanya pernah lewat malam dan masih buka. Masih ada kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: