Hablumminannas

Dengan motor kuantar Ibu pulang ke pool Baraya di Melawai, dipayungi cuaca Jakarta hari ini yang panas. Begitu sampai di Baraya, yang terlihat sepi, Ibuku dijawab dengan nada acuh tak acuh oleh pegawainya.

“Penuh, waiting list juga penuh”

Tak ada kontak mata. Jawaban pun diberikan sekenanya.

“Ya paling jam 4 kalau mau”

Dan tetap dengan nada jawab malas-malasan.

 Waktu baru menunjukkan pukul setengah dua siang. Mengingat biasanya waiting list pun masih bisa dapat jatah kursi, aku bertanya “Waiting listnya berapa orang?”

Satu detik… Dua detik… Tiga detik… Entah apa yang dilakukannya dengan apa yang ada di bawah mejanya.

“Tiga orang”  Matanya berputar kemana-mana, lalu menangkap mataku yang menyiratkan emosi karena panasnya cuaca dan nada jawaban yang diberikannya. Nampaknya pegawai laki-laki itu menangkap sirat kemarahanku, dia langsung memalingkan pandangan.

Aku berpikir sebentar untuk melakukan perhitungan antara tetap menunggu di Melawai bersama pegawai menyebalkan itu atau take chance ke Sarinah. Tapi karena biasanya pool kecil seperti Melawai memiliki daftar booking yang agak reliable, plus pegawainya yang tampak ogah-ogahan itu, aku memutuskan untuk pergi ke Sarinah.

“Sarinah aja, Bu.”

Seharusnya cukup sampai situ aku berbicara. Tapi rupanya lidah tak bertulang. 

“Gak niat gitu” dengan nada keras sambil berpaling keluar.

Parahnya Ibuku juga menangkap gejala yang sama. Dan masalahnya, kalau soal sepet menyepet bagian pelayaan Ibuku jagonya. “Iya nih ga ada niat sama sekali.”

Sedetik kemudian aku langsung menyadari bahwa aku salah. Ga seharusnya aku ngomong “Gak niat gitu”. Siapa yang bisa menilai niat seseorang? Mungkin dia sibuk? Mungkin dia juga sama lelahnya? Kenapa aku ga bisa lebih sabar? Dan pertanyaanku memicu pernyataan menyakitkan lain dari Ibuku, membuat dosaku telah menyakiti seseorang bertambah dua kali lipat.

Biar bagaimanapun, ucapanku tak bisa dibenarkan. Tindakanku juga. Aku bahkan tidak pernah mengulas sedikit senyumpun saat berkomunikasi dengan pegawai itu. Rasanya, berdosa sekali. Hablumminannas… Astagfirullahalazim

2 thoughts on “Hablumminannas

  1. Arief Akbae says:

    Terlepas dari istilah ‘harga ga pernah boong’, staf-staf Baraya ini rupanya perlu ditraining service excellence, sebesar apapun demand terhadap jasa angkutan dari perusahaan mereka di akhir pekan..

    • meongijo says:

      Padahal lagi sepi loh Ode.. Kalau ditinjau dari masalah service excellence. Makanya aku rada emosi. Tapi yaaa bukan itu intinya post ini, mestinya aku bisa lebih pintar mengambil sikap🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: