I Volunteer to Help

*hela napas sebentar

Misalnya gini nih, karena satu pihak tidak mau mengerjakan suatu pekerjaan, kamu menawarkan diri untuk membantu padahal itu bukan tugasmu.

Terus ketika pekerjaan “bantuan” itu selesai, hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Pertanyannya, itu tanggung jawab kamu yang mengerjakan, atau tetap tanggung jawab pihak yang tidak mau mengerjakan itu?

Atau jangan-jangan, tanggung jawab atasannya?

By manners, and in addition being responsible person, saya yang mengerjakan ya saya yang tanggung jawab. Terlepas dari apa itu tugas kita atau bukan, dengan kita bilang “kita kerjakan!”, itu sudah ada komitmen yang berpindah ke tangan kita. Masalah ada pihak lain yang melepas tanggung jawabnya karena tidak mau mengerjakan, itu adalah urusan dia dengan pimpinannya.

Tapi kalau saya bilangnya, “Ya saya bantu ya… Saya kan ga punya wewenang untuk melaksanakan hal tersebut. Seharusnya pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab divisi X. Tapi karena divisi X sedang kekurangan orang, sini saya bantu… Bantu lho ya.”

Komitmen saya hanya membantu. Apakah itu bisa dijadikan dasar pertanggung jawaban ketika hasil pekerjaannya went wrong?

Kata “bantu” sendiri pun sangat ambigu. Bagian mana yang kita bantu? Seberapa banyak yang kita bantu? Makanya ga heran kalau dari statement “saya bantu” bisa dianggap “saya kerjakan” oleh orang lain, terutama bagi pihak yang terlepas dari tanggung jawab pekerjaan tersebut. Berarti, antara mengatakan “Saya bantu” dan “Saya kerjakan” itu tidak ada bedanya. Beti, beda tipis. Setipis perbedaan lady boy Thailand dengan cewek biasa. Dari luar muirippp, cantiknya sama. Kalau bedah dalamnya, eng ing eng ketauan deh ada “pestol”nya *upsss hahaha

Cuma hati kecil saya merana. Soalnya saya sedang berada di posisi yang niatnya “membantu”.  Wong saya cuma bantu kok saya dimarah-marahin. Masih untung saya bantu.

Lebih kasarnya lagi, “is there anybody out there who wants to do this tedious job yet fragile but very important that if this job is not done, then it’s finished for you? It’s only me. ME! I VOLUNTEER”

tumblr_lxbdzkCG8Y1qii6tmo1_250

*melirik jam… it’s 30 mins past midnight*

*sigh*

Tapi tetap saja. Semakin saya nulis ini semakin saya merasa ga pantas marah-marah karena dimarahi atas pekerjaan yang sudah saya nyatakan akan saya bantu. However, the commitment, whether it is to help or to get it done, itu ada di tangan saya. Saya masih bertanya-tanya, kenapa saya marah?

Lagi sensitif karena load pekerjaan banyak? Mungkin.

Kekurangan sesuatu, seperti penghargaan? Ga juga. Tapi…

Bisa jadi.

Never known it sampai teman saya sedikit saya curcolin. At the end he simply just say sincere “Thanks for helping”

And that quite relieved me.

Seandainya tadi mereka bisa menyelipkan sedikit kata terima kasih ketika meminta saya untuk segera memperbaiki pekerjaan saya yang salah (itupun menurutku ada kontribusi kesalah pahaman dari pihak mereka juga yang menyebabkan kesalahan pada pekerjaan saya), mungkin saya ga akan sekacau ini.

Laras, take this: Self Note. In communication and respecting others.

4 thoughts on “I Volunteer to Help

  1. nanyaPCPMsis says:

    sorry saya ingin bertanya soal PCPM, interview sama FGDnya pake inggris atau B.indonesia ?

  2. nanyaPCPMsis says:

    makasih sebelumnya

  3. fanfiru says:

    minta izin komen kak..ada pepatah “kau bisa mendelegasikan tugas tapi kau tidak bisa mendelegsaikan tanggung jawab” ..jangan mau dimarahin kak,tanggung jawabnya tetep punya dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: