Sedikit Ngalor Soal Industri Pernikahan

Semua blog yang ngebahas soal wedding experience, betapa repotnya ngereview vendor satu per satu, ngurus ini itu sampai hari H, pasti dimulai dengan postingan “I’m getting married” atau “Pusingnya ngurus pernikahan”.

Tapi seperti biasa, postinganku yang ngalor ngidul ini bahasannya lari kemana-mana.

Kenapa juga sih nikah ribet banget?

Ga cuma di Indonesia doang, tapi di luar juga sama aja. Ampe dibikin filmnya, betapa repotnya ngurusin pernikahan. Sampai ada wedding planner. Sampai ada wedding organizer. Sampai ada wedding exhibition.

Dan di Indonesia lagi growing industry banget, semua hal soal pernikahan ini. Dengan para baby boomers kini memiliki anak usia menikah (20-30 tahun), kecukupan materi, relasi yang luas, ga salah kalau industri pernikahan sejak tahun 2000 an meroket. Semuanya dikomersialkan. Everything has to be perfect on your day. Penyatuan dua keluarga. Nunjukin gengsi dan martabat keluarga. Dari yang cuma menggenapkan setengah agama dan legalisasi reproduksi, menjadi komoditi “once in a lifetime”.

Salah? Ga… Tuhan memberikan banyak cara untuk menyalurkan rejeki kepada umatNya. Termasuk kepada umatNya yang berkecimpung di bisnis yang terkait pernikahan. Bagus kok, menggerakkan roda perekenomian. Apalagi industri pernikahan ini, menurutku, lebih banyak komponen lokal dan komponen intangible sehingga sedikit relasinya sama gonjang-ganjing ekonomi eksternal. Justru industri beginilah yang perlu dikuatkan dan didukung oleh pemerintah.

Potensinya besar. Dengan piramida penduduk Indonesia yang bentuknya masih segitiga, industri ini belum bakalan kehabisan bahan bakar. Pasti akan selalu ada pasangan yang akan menikah. Tinggal bagaimana pembagian kuenya saja. Mau main yang kecil-kecil, bisa… Mau main yang besar-besar, bisa…

Perkembangannya pun gila-gilaan. Vendor gedung favorit bisa dengan seenak jidatnya naikin harga. Aku pernah tanya salah satu gedung pernikahan favorit di Jakarta yang belum bisa ngeluarin price list 2014, “memangnya biasanya per tahun naik berapa persen tarifnya?”

Jawabannya, “Yah 10-20% lah ya”

BUSET udah kayak properti aja, ga beli minggu depan harga naik 1000% investasi uang kembali.

Dekorasi pun menggiurkan. Asalkan ada uang, semuanya bisa. Dekorasi pernikahan sampai 1M? SANBRAAAAY, selalu ada vendor yang sanggup mengerjakan ide tergila untuk hari pernikahan Anda walaupun besoknya hanya berakhir di tempat sampah.

Katering favorit, seperti D***** di Bandung misalnya, dalam satu tahun kenaikannya sampai 15%!

Dan karena pernikahan ini seluk beluknya bukan hanya urusan manusia tetapi juga rangkaian sistemik (halah), pengetahuan dan pengalaman menjalani persiapan pernikahan menjadi pelajaran yang sangat berharga dan bisa dijual kembali. Beberapa website sukses menelurkan model e-commerce untuk industri pernikahan yang menguntungkan.

Dengan segala keribetan urusan pernikahan ini, apakah akan menurunkan tingkat perceraian?

Meh…. walaupun ada relasinya tapi nalar saya mengatakan, itu adalah dua kejadian mutually exclusive. Pernikahan dan perceraian, apapun business modelnya, pada dasarnya adalah masalah mental manusia. Manusia bisa saja mengambil keuntungan dari eventnya, tapi untuk menjalaninya costs you your life yang ga bisa diukur dengan uang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: