Memilih Bumper Untuk Box Bayi

Akhirnya setelah bingung si bayi mau tidur di mana, aku memutuskan untuk tetap pake box bayi. Walaupun katanya sih banyak box bayi yang jadinya ga kepake karena si Ibu males bolak-balik mindahin bayi ke boxnya pada malam hari. Termasuk box bayi yang akhirnya aku beli ini, pemilik sebelumnya bilang dia cuma pake beberapa bulan udah gitu ga pernah kepake lagi dan bayinya keburu gede. Iyalah, lagi ngantuk, mesti nyusuin, enakan bayinya ditaro di samping Ibunya. Kalau laper tinggal deketin, buka pabrik susu, slebbb.. bayinya anteng nyusu, Ibunya masih bisa tidur merem melek.

Jadi setelah box bayi dipastikan, berikutnya adalah mencari bedding set. Alamak lucu-lucu ya… Apalagi ditambahin bumper, ruffles, ho ho berasa putri tidur. Tapi ternyata setelah browsing sana-sini, penggunaan bedding set yang berlebihan merupakan salah satu penyebab SID (sudden infant death).

Pertama, bumper. Bumper ini gunanya untuk mengamankan si bayi agar tidak kepentok pagar box bayi yang keras. Jadi dibuatlah bumper seempuk mungkin. Tapi ternyata, ada kejadian di mana si bayi yang lagi doyan berguling saat tidur, malah terhalang pernapasannya karena hidungnya nempel di bumper, dan meninggal. Ada juga yang tercekik tali pengikat bumper. Sudah ada beberapa states di US yang melarang penggunaan bumper.. Asosiasi Dokter Anak Amerika juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan bumper, karena belum ada bukti bahwa bumper benar-benar bermanfaat seperti yang menjanjikan. Yang ada hanyalah penelitian mengenai SID gara-gara bumper tadi. Rekomendasi ini lebih keras dibandingkan rekomendasi sebelumnya di tahun 2005 untuk menggunakan bumper yang tipis, ajeg, dan ga “pillowy”.

Kebayang kan kenapa bumper “pillowy” kayak begini ternyata berbahaya?
*foto dari instagram @memmommahouse

Tetep aja ada mak mak khawatir di luar sana, yang belum bisa merelakan anaknya kepentok pagar baby box. Dicarilah alternatif bumper pillowy yang lebih aman. Dua di antaranya yang lagi naik daun adalah Wonder Bumper dan Breathable Mesh Liner.

Untuk Wonder Bumper merupakan inovasi dari perusahan bernama Go Mama Go Designs. Idenya adalah mengamankan bagian pagar yang keras tapi tetap memberikan ruang untuk bernapas bagi si bayi seandainya si bayi gulang-guling. Makanya, yang di”bumper”in cuma bagian ruas-ruas tiang pagar aja (slate).

Wonder Bumpers by Go Mama Go Design

Wonder Bumpers by Go Mama Go Design

Sedangkan breathable mesh liner benar-benar menghilangkan faktor pillowy dan menggunakan bahan yang dipastikan tidak akan mengganggu pernapasan si bayi (makanya dinamain “liner” alih-alih “bumper”. Hmm lebih mirip kawat nyamuk dipasang kayak bumper menurutku, hehe… Tapi lebih lembut dan ada motifnya.

Breathable Mesh Liner from diapers.com

Breathable Mesh Liner
from diapers.com

Ada artikel blog bagus yang membahas mengenai keamanan berbagai jenis bumper (dan liner). Dia ga setuju untuk benar-benar tidak melindungi anaknya dari risiko pagar box bayi. Oleh karena itu dia menekankan timing alias kapan waktu yang tepat untuk menggunakan bumper. Menurutnya, waktu baru lahir, sebaiknya tidak pakai bumper apapun. Soalnya bayinya belum bisa ngapa-ngapain. Kalau bayi sudah bisa berguling, baru dipakai bumpernya (Wonder atau liner atau 2 desain lain yang menurut dia baik). Ketika bayi sudah bisa manjat-manjat, bumpernya dicopot lagi karena bayi bisa menggunakan bumper untuk manjat pagarnya. Tapi secara personal, dia sendiri tidak mencopot bumpernya saat bayi sudah bisa berdiri karena boxnya seperti benteng, katanya. Mau pakai bumper atau ga, ga ngaruh.

Dia juga membahas, kalau Wonder Bumper tetap memiliki kelemahan bagi bayi yang sangat aktif, yang bisa saja menyelipkan salah satu bagian tubuhnya ke celah antara slate. Sedangkan Breathable Liner ga mempan untuk bayi yang doyan “jedak-jeduk” karena ga ada bagian empuknya.

Setelah baca pengalaman orang sana-sini, aku pribadi memilih untuk menggunakan bumper ketika baru lahir (justru karena baru lahir ga bisa ngapa-ngapain, jadi bumpernya punya nilai estetika, hahahahahaha) sampai dia bisa berdiri. Alias, bumpernya dipakai terus. Oleh karena itu aku pilih desainnya Wonder Bumper dan memastikan bumper tersebut ga bisa dipanjat, jadi harus dipasang sepanjang slate. Kalau pilih yang breathable, rata-rata tinggi linernya pendek. Justru di situ kemungkinan bisa dipanjat bayinya. Risiko yang mungkin kuhadapi adalah bagian tubuh bayi yang nyelip – but she can cry if she feels uncomfortable, right? I’ll take that risk.. Itu rencananya sih, realisasinya kita lihat nanti, wong bayinya belum lahir hehe…

Jadi karena Wonder Bumper ini belum ada yang jual di Indonesia, aku pesan custom dari @Memommahouse (instagram). Sebenarnya ada banyak video DIY Wonder Bumper di Youtube. Tapi karena keputusan untuk punya “Wonder” Bumper ini udah mendekati HPL, pesan sajalah. Ukurannya aku sesuaikan dengan baby boxku. Aku minta bumper ini dibuat bolak-balik, berpadding, dan pemasanganya menggunakan resleting. Sama seperti bedding set yang ditawarkan oleh berbagai penjual, bahannya cuma bisa pilih dari katun (catra, tergantung dari motif yang dipilih). Setelah diitung-itung sama penjualnya, mahal juga yak sampai 1,5 jt (huaaa nangis). Tapi karena memang bumpernya jadi banyak, sampai 38 biji dan kudu dijait satu-satu, memang segitu kali ya ongkosnya. Sebagai perbandingan bedding set dengan bumper biasa harganya “cuma” 750ribu (Oh God, perlengkapan bayi apa sih yang murah…)

Tapi hasilnya, ga mengecewakan. Penjualnya bikin benar-benar sesuai spesifikasi yang aku pengen. Ga ada kurangnya sih. Cuma ada rasa penyesalan aja hahahahaha (masih ga rela sama harganya) karena sebenarnya mungkin ada beberapa komponen dari bedding set yang bisa dikurangin supaya bisa lebih murah. Contohnya, ternyata dikasih bantal dan guling 2 buah. Padahal aku udah punya bantal peyang, dan niatnya sih ga mau naruh banyak barang di box bayi, cukup bantal aja. Soalnya ini salah satu safety tips yang kudapat dari berbagai artikel mengenai keamanan box bayi, yaitu don’t overstuffed things inside the box. Semakin banyak barang, semakin sedikit ruang gerak bayi dan memperbesar risiko suffocating.

IMG_1618

“Wonder” bumper

Ada celah di antara slate, memperkecil risiko tercekik tapi tetap mengandung risiko "kaki nyelip"

Ada celah di antara slate, memperkecil risiko tercekik tapi tetap mengandung risiko “kaki nyelip”

Kepala resleting ditaruh di sisi bawah, dengan resleting diletakkan memanjang di samping slate supaya lebih aman dan lebih enak dilihat

Kepala resleting ditaruh di sisi bawah, dengan resleting diletakkan memanjang di samping slate supaya lebih aman dan lebih enak dilihat

Mungkin kalau breathable liner bisa dibikin setinggi pagar bayi dan banyak yang jual di Indonesia, it will be a safer option. Ga khawatir kejeduk pagar box bayi? Aku yakin bayi juga pintar, once dia kejeduk, nangis, dia pasti belajar untuk tidak melakukannya lagi kalau terasa sakit.

Tapi semua tulisan ini akan berarti kalau akhirnya orang tua menyerah mendisiplinkan bayinya untuk tidur di box sendiri dan tidur bersama orang tuanya. Haha…

Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: