Fitur vs Fungsi, Bagaimana Memilih Stroller yang Sesuai Kebutuhan?

Horee akhirnya (mama) Kiyo punya stroller baru. Mereknya Mamas Papas Armadillo Flip. Apa itu Mamas Papas aja baru kudengar hari ini pas ditunjukin sama yang jual. Jadi bagaimana cerita pilih-pilih strollernya?

Berawal dari sejak Hamil 7 bulan aku masih galau pilih stroller. Pengennya yang ringan, tapi kuat. Fully featured, tapi murah. Buat newborn bisa, tapi bisa sampai gede juga. Yaa ga bakal dapat itu mah yah haha..  Akhirnya aku dipinjemin stroller Graco Mosaic lengkap dengan Car Seat 0 – 6 bulan. Karena temen kantorku bilang, itu car seat cuma bisa dipake sampai 6 bulan jadi pake aja dulu sambil milih-milih stroller idaman.

Karena tiap fitur pasti ada plus minusnya….

+ Ringan

  • Cenderung tidak stabil
  • tidak bisa ngegantung belanjaan
  • cuma bisa dipake di jalan mulus dan datar

+ One hand fold

  • ukuran lipat cenderung besar (biasanya masih mempertahankan ukuran lebar)

+ Lega

  • cenderung berat
  • ukuran lipat cenderung besar

+ Dari newborn

  • tidak reclined 180 derajat, biasanya 170 derajat

+ Reversible

  • kalau handle yang dibalik manuvernya ga oke (karena roda depan yang bisa muter posisinya jadi di belakang)
  • kalau kursi yang dibalik ribet amat anaknya mesti diangkat-angkat dulu

Semuanya bilang Aprica adalah yang paling ringan. Jadi ketika salah satu ol shop yang juga memiliki offline shop di Muara Karang mencantumkan APRICA KAROON diskon jadi 3 JUTA, kubujuk-bujuklah Papa Kiyo untuk beli stroller sendiri. So jauh-jauhlah kita pergi dari ujung Jakarta Selatan paling selatan ke ujung Jakarta Utara paling utara (oot: wow gilak Muara Karang – Pluit itu warbiyasak ya panasnya) supaya bisa lihat langsung barangnya karena masih galau plus minus itu.

Wah untung koko pemilik tokonya baik dan dengan sabar menjelaskan panjang lebar, ambil keluar – masuk display stroller, dan bolak-balik mendemokan setiap fitur stroller.

Setelah banding-banding tiap fitur, mulailah tercerahkan rumus untuk memilih stroller. Jangan liat fiturnya, tapi lihat fungsinya. Aku ingin stroller yang bisa berfungsi:

  • Ke mall! Ini sulit diakui, tapi ya kenyatannya aku hampir tiap weekend bawa Kiyo ke mall

Dengan demikian, ga butuh tuh aku stroller all terrain. Rodanya yang biasa-biasa aja juga oke. Cuma karena lift di mall suka penuh, ada baiknya si stroller gampang dilipat dan ditenteng. Then Aprica Karoon would be a good choice.

  • Kalau Kiyo ketiduran di stroller, dia bisa tidur dengan nyaman

Kalau mau ini, bisa pilih stroller yang punya kanopi full, atau reversible bisa hadap si pengasuh. Aprica Karoon reversible sih dari handlenya, tapi manuvernya jadi aneh ketika hadap pengasuh (biasanya ban depan yang bermanuver, ini ban belakang). Kalau mau yang manuvernya sudah bagus (baca: ketika handle diset untuk bayi menghadap pengasuh, roda depan otomatis terkunci manuvernya, roda belakang terbuka kuncinya jadi bisa bermanuver), ada Aprica Soraria yang harganya 6 juta (harga mall 13 juta katanya, ajegile!). Opsi lainnya adalah reversible seat, tapi ya repot aja mesti angkat bayinya dulu baru bisa putar kursi.

  • Bisa naruh tas popok Kiyo yang segede gaban, plus belanjaan (ya karena ke mall itu)

Kalau begini mesti pilih stroller yang punya “bagasi” luas, atau yang berat dan memiliki 4 roda. Biasanya yang punya bagasi luas adalah stroller yang punya jarak antara tempat duduk dan lantai cukup tinggi. Aprica Karoon ga bisa memenuhi syarat ini. Tinggi tempat duduknya masih rendah (40 cm-an) sementara kalau mau ditaruh di handle, strollernya langsung terjungkal.

  • Bisa dipake dari newborn sampai nanti 3 tahunan lah

Kiyo umur 4 bulan aja begitu di tes duduk di Aprica Karoon, kepalanya jadi terlalu menunduk karena tingginya dia sudah menyentuh kursi bagian atas yang ada pinggirannya. Kiyo termasuk ramping, itupun lebar kursinya seperti sudah penuh sama badan Kiyo. Wah a big no no deh ini mah walaupun bisa dipake sampai 18 kilo, fisik anaknya belum tentu masih bisa.

Jadi setelah melihat beberapa model lain, jatuhlah pilihan ke Mamas Papas Armadillo Flip. A few sacrifice, though, tapi yang penting memenuhi syarat fungsionalitas. Armadillo Flip beratnya hampir 9 kilo, tapi in return dia punya handle untuk ditenteng dengan satu tangan, jarak lantai ke kursi tinggi sehingga bisa naruh lebih banyak barang (dan ga capek bungkuk-bungkuk untuk ngomong sama Kiyo), jelas ga akan terjungkal kalau naruh tas di handlenya, kursinya lebar dan tinggi.

Armadilo Flip one hand fold sih, tapi tetep harus melakukan 3 step untuk folding. Walaupun begitu, ukuran lipatnya masih lebih kecil dibandingkan stroller sekelasnya, apalagi graco mosaic. Manuver oke, tapi ya reversible seat. Gapapa juga toh kanopinya super lebar (XXL istilahnya) jadi kalau males putar kursi karena Kiyo keburu bobo, tinggal pasang kanopi.

Trus yang paling aku suka, kursinya itu kokoh tapi ringan. Kalau mau diangkat untuk putar masih masuk akal beratnya. Aprica kursinya “ngegantung” dan ga punya struktur sendiri, tinggal dibayangin aja si Bayi tidur di semacam Hammock. Kalau kursinya punya struktur sendiri kan dia bisa tidur telungkup dengan nyaman tanpa khawatir foam dari kursi menutupi hidungnya.

Dan harganya masih masuk kantong (3,85 juta) dibandingkan beli Aprica Soraria (di mana aku bisa mendapatkan semua plusnya Armadillo Flip plus RINGAN), yah I guess the price is the weight trade-off (itupun melebihi budget beli Aprica Karoon yang lagi diskon). Bisa juga cari Aprica Karoon Plus, tapi ini pun barangnya discontinue dari distributor. Mau diganti sama Soraria seri baru (yang hari ini kucek harganya di Lotte Shopping Avenue, ehem, 15 juta saudara-saudara).

Menyesal ga ya? Ga sih, untungnya setelah baca di web review, Armadillo Flip ini banyak menuai pujian (mungkin berat 9 kilo ringan kali ya buat bule-bule, secara iklannya aja ceritanya seorang ibu seorang diri nenteng Flip sambil gendong anaknya). Dan ternyata keluaran baru (2014) juga, jadi ga jadul-jadul amat lah. Kalau Aprica Karoon kan dari jaman kapan yak, hahaha… Dan ternyata (lagi) Armadillo Flip kursinya bisa diganti dengan car seat, carry cot (buat newborn), sama carry cot yang untuk winter.. Tapi ya karena kita di Indonesia dan aku udah beli car seat lain ya fitur ini ga terlalu guna juga.

Setelah 5 kali pakai kondisi indoor (mall dan pesta), memuaskan *jempol. Mungkin karena apa yang tadinya jadi minus sudah terkompromikan, ekspektasi jadi lebih baik juga.

Hari ini jalan-jalan ke Mother and Baby Fair, ternyata ada Jette Jimmy dengan segala kelebihan Armadillo Flip, berat cuma 4,7 kg, dan harga cuma 2,9 juta (di ol shop bisa 2,7 juta). Tapi yaaa kurangnya cuma manuvernya kurang oke karena reversible handle dan kursinya ga berstruktur. Ya sudahlah ya… Mungkin kalau belum beli Armadillo Flip, pilihan bisa jatuh ke Jette Jimmy😛

Ukuran Lipat Graco Mosaic. Mempertahankan tinggi, tapi lebarnya dan panjangnya terkompres separuhnya

Ini warna Armadillo Flip punya Kiyo hehe… Ukuran lipat panjang, lebar, dan tinggi semua terkompresi. Walaupun kompresinya ga sampai separuhnya, masih lumayan kecil kok dibandingkan stroller sekelasnya

Jadi, saranku untuk emak-emak lain yang juga bingung pilih stroller, lihat kebutuhan fungsinya apa. Mau dipakai ngapain sih. Bukan kebutuhan fiturnya yang dilihat. Dengan memilih fitur berdasarkan kebutuhan fungsi (Dan bukan sebaliknya), kita jadi lebih terbuka dengan berbagai macam fitur yang ternyata… fitur yang tadinya kita inginkan bukan harga mati lho. Happy stroller-hunting!

Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: