1/2 jam sy habiskan buat bikin blast email yg menunjukkan ketidakpuasan sy terhadap tim kerja lain. Di draft terakhir, bahasanya sudah ga karuan.

Selama ngedraft, di dalam pikiran selalu ada suara lain. Kamu kan cuma grassroot… Yakin kamu mau ngomong kasar begini? Kamu ga nyesel nanti semua pertemanan km sia-sia? Apa sih manfaatnya marah-marah diblast pula?

Ah ga peduli. Tinggal send doang nih. Kirim, ga, kirim, ga…

Diam sesaat, tarik napas dalam-dalam, hembus panjaaaaaaang.. Lalu saya berpikir ulang. Kemudian sy discard emailnya.

Ga sampai 10 menit tim lain itu approach sy, mengajak diskusi soal hal yang hampir saya marah-marah itu. Alhamdulillah, untung saya ga jadi send emailnya.

Sebagaimana dalam Islam kita diajarkan, kalau mau marah baca istigfar. Sebelum keluar amarah maka diam. Kalau marah sedang berdiri, maka duduk. Sedang duduk, maka berbaring.

Kalau tadi saya udah ga inget istigfar 😅Tapi saya diam dan ambil napas. Paling dua detik. Dan hasilnya berbeda.

Moga-moga bisa jadi reminder buat yang baca. Soalnya, sekarang marah-marah bisa pakai jari 👆

Tapi klo saya kebobolan.. mohon dimaafkan yaa. Mungkin PMS 😋 * taichiiii master cyaat *

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: